MUTIARA PAGI : Kita, akhlak dan kebermanfaatan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Kemuliaan seseorang di sisi Allah bukan karena harta, rupa, atau kedudukan yang dimilikinya. Tapi karena kebaikan akhlaknya dan manfaatnya bagi sesama manusia.

Rasulullah saw bersabda:

> خَيْرُ النَّاسِ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَأَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling baik akhlaknya dan paling bermanfaat bagi manusia.”
(HR. Thabrani)

Akhlak yang baik adalah cermin dari keimanan. Rasulullah saw sendiri diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Lemah lembut, jujur, sabar, pemaaf, dan dermawan — itulah sifat yang menjadi keutamaan dalam Islam.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Coba dan Perhatikan

Sementara orang yang hidupnya bermanfaat adalah orang yang kehadirannya dirindukan, dan kepergiannya ditangisi. Ia membantu tanpa pamrih, memberi tanpa diminta. Nabi tidak mengatakan “orang paling banyak ibadahnya”, tetapi “yang paling bermanfaat bagi orang lain”.

Seseorang mungkin tidak dikenal di dunia,
namun jika akhlaknya lembut, hatinya lapang, dan tangannya ringan membantu,
maka di sisi Allah, ia adalah sebaik-baiknya manusia.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Allah Tidak Menghendaki Azab, Tetapi Syukur dan Iman. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Akhlak adalah mahkota yang tak lekang oleh zaman. Ia bukan sekadar kata-kata manis, tetapi sabar saat dihina, memaafkan saat dilukai, jujur meski sendirian, dan amanah dalam setiap titipan.

Dan bermanfaat bagi manusia adalah jejak yang kekal, sebab ia adalah kebaikan yang mengalir di hati orang lain dan akan dikenang sepanjang masa. (21)
WaAllahu A’lam

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Jejak Ajakan yang Tak Pernah Terputus. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.l

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini