MUTIARA PAGI : Jejak Ajakan yang Tak Pernah Terputus. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Manusia mungkin akan meninggalkan dunia ini, namun pengaruhnya tidak pernah benar-benar mati. Setiap kata, tulisan, ajakan, dan teladan akan terus berjalan, mengalir, dan berbuah—baik atau buruk—bahkan setelah jasad kembali ke tanah.
Rasulullah ﷺ mengingatkan umatnya tentang besarnya tanggung jawab sebuah ajakan:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ:
«مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى، كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلَالَةٍ، كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الْإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ، لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا»
(رواه مسلم)
Artinya:
“Barang siapa mengajak kepada petunjuk, maka ia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala mereka. Dan barang siapa mengajak kepada kesesatan, maka ia akan menanggung dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi sedikit pun dari dosa-dosa mereka.”
(HR. Muslim)
Hadis ini membuka mata kita bahwa dakwah, nasihat, bahkan unggahan sederhana sekalipun, dapat menjadi amal jariyah—atau sebaliknya, menjadi dosa yang terus mengalir.
Kebenaran ini ditegaskan oleh Allah ﷻ dalam Al-Qur’an:
وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا اتَّبِعُوا سَبِيلَنَا وَلْنَحْمِلْ خَطَايَاكُمْ ۖ وَمَا هُمْ بِحَامِلِينَ مِنْ خَطَايَاهُمْ مِنْ شَيْءٍ ۖ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ ۝ وَلَيَحْمِلُنَّ أَثْقَالَهُمْ وَأَثْقَالًا مَعَ أَثْقَالِهِمْ ۖ وَلَيُسْأَلُنَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَمَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ
(العنكبوت: 12–13)
Artinya:
“Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: ‘Ikutilah jalan kami, dan kami akan menanggung dosa-dosa kalian.’ Padahal mereka sedikit pun tidak akan mampu menanggung dosa-dosa mereka. Sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta. Dan sungguh mereka akan memikul dosa-dosa mereka sendiri dan dosa-dosa lain bersama dosa mereka; dan sungguh mereka akan ditanya pada hari Kiamat tentang apa yang dahulu mereka ada-adakan.”
(QS. Al-‘Ankabūt: 12–13)
Ayat ini menegaskan satu prinsip agung dalam Islam: setiap orang bertanggung jawab atas ajakannya. Tidak ada dosa yang bisa dipindahkan, tidak ada pahala yang hilang. Semua dicatat dengan keadilan yang sempurna.
Maka, sebelum lidah berbicara, sebelum jari menulis, dan sebelum hati mengajak, marilah kita bertanya pada diri sendiri:
Apakah ini akan menuntun manusia mendekat kepada Allah, atau justru menjauhkan mereka dari-Nya?
Karena di akhirat kelak, kita bukan hanya ditanya tentang apa yang kita lakukan, tetapi juga tentang siapa saja yang kita pengaruhi. (KIS/137).
Wallahu A’lamu

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Indahnya Waktu Allah - Hikmah di Balik Penundaan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini