Mutiara Pagi : Ketika Lisan Dijual demi Dunia: Ancaman Allah bagi Penebar Kebencian. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Ada manusia yang menjadikan lisannya sebagai ladang dunia. Bukan untuk menebar kebenaran, bukan untuk menyambung kasih sayang, bukan pula untuk membela agama Allah. Tetapi untuk mengais rupiah dengan menghina, memfitnah, mengadu domba, dan meniupkan kebencian kepada kebenaran.

Mereka menjual hati nurani demi tepuk tangan manusia. Menukar kejujuran dengan bayaran. Menyebarkan keraguan kepada yang haq, lalu merasa aman karena harta yang mengalir ke rekening mereka.

Padahal Allah telah memperingatkan dengan sangat keras dalam firman-Nya:

{ وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ ۝ الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ ۝ يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ }

“Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya.” (QS. Al-Humazah: 1–3)

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Jalan Panjang Menuju Pertolongan Allah. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Betapa banyak manusia yang merasa kuat karena uang. Merasa mulia karena pengikut. Merasa aman karena dukungan manusia.

Padahal satu kali hentakan ajal saja cukup untuk memutus seluruh kesombongan itu. Lidah yang dahulu tajam mencela akan membeku. Jari-jari yang dahulu sibuk menulis kebencian akan kaku. Akun-akun yang dahulu lantang memutarbalikkan fakta akan sunyi tanpa pembela.

Lalu ke manakah harta itu? Ke manakah para pengagum itu? Tidak ada yang tinggal selain amal.

Allah Ta’ala melanjutkan ancaman-Nya:

{ كَلَّا ۖ لَيُنبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ ۝ وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ ۝ نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ ۝ الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ ۝ إِنَّهَا عَلَيْهِم مُّؤْصَدَةٌ ۝ فِي عَمَدٍ مُّمَدَّدَةٍ }

“Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Tahukah kamu apakah Huthamah itu? (Yaitu) api Allah yang dinyalakan, yang membakar sampai ke hati. Sungguh, api itu ditutup rapat atas mereka, sedang mereka itu diikat pada tiang-tiang yang panjang.” (QS. Al-Humazah: 4–9)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Menjaga Nilai Diri dengan Tenang. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Api dunia hanya membakar kulit. Namun api Huthamah menembus sampai ke hati. Karena dosa mereka lahir dari hati yang dipenuhi iri, dengki, kebencian, dan kesombongan terhadap kebenaran.

Allah mengetahui bisikan yang tersembunyi di dada. Allah mendengar kalimat yang ditulis dalam gelap malam. Allah melihat transaksi yang dibungkus dengan kepalsuan.

Mungkin manusia tertipu oleh pencitraan. Mungkin manusia terpukau oleh kata-kata manis. Namun Allah tidak pernah tertipu.

Maka berhati-hatilah mencari rezeki. Jangan sampai makanan yang masuk ke tubuh berasal dari kebohongan yang menyakiti agama dan kaum beriman. Sebab harta haram tidak akan membawa keberkahan. Ia hanya menjadi bara yang perlahan membakar kehidupan pemiliknya.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Ibadah yang Melahirkan Keridhaan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Alangkah indahnya bila lisan dipakai untuk berdzikir, menasihati, mengajarkan ilmu, dan menyebarkan kedamaian.

Karena satu kalimat yang membela kebenaran bisa menjadi cahaya di hari kiamat.
Sedangkan satu kalimat dusta yang menyesatkan manusia bisa menjadi jurang kehancuran yang tak bertepi. (*/248)
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

#KIS
#Shobahul_khair
#mutiara_pagi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini