nataragung.id – Pemanggilan – Ada saatnya kita belajar bahwa tidak semua tempat layak kita tunggui, dan tidak semua hati pantas kita isi dengan kesabaran yang berlebihan.
Sebab kita bukan pilihan cadangan, bukan pula nama yang diingat ketika kesepian datang. Kita hadir membawa nilai, membawa makna, membawa keutuhan diri.
Ketika keberadaan kita tak dihargai pada waktunya, diam-diam kita memilih melangkah pergi. Bukan karena lemah, tetapi karena paham:
harga diri tidak pernah tumbuh dalam perhatian yang setengah-setengah.
Menjauh bukan berarti kalah,
kadang itu adalah bentuk paling jujur dari menjaga diri. Kita memilih tenang, memilih utuh,
daripada bertahan sebagai bayangan di hidup yang tak pernah benar-benar melihat cahaya.
Semoga hari ini kita diberi kebijaksanaan untuk mengenali nilai diri, dan kekuatan untuk tetap terhormat, tanpa perlu menjelaskan apa pun.
{ ۞وَلَقَدۡ كَرَّمۡنَا بَنِيٓ ءَادَمَ وَحَمَلۡنَٰهُمۡ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ وَرَزَقۡنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَفَضَّلۡنَٰهُمۡ عَلَىٰ كَثِيرٖ مِّمَّنۡ خَلَقۡنَا تَفۡضِيلٗا }
Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna. [Surat Al-Isra’: 70]
Selamat pagi, Shobahul Khair, semoga Allah melimpahkan kebaikan di setiap langkah. (KIS/157).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

