nataragung.id, Bandar Lampung, 24 Desember 2025 — Salah satu media online mitra Pemerintah Kota Bandar Lampung menyoroti keras ketidaksesuaian antara status pembayaran di sistem Inaproc dengan realisasi dana di rekening penyedia.
Per hari ini, 24 Desember 2025, sistem Inaproc secara tegas menampilkan status “Pembayaran Penyedia Berhasil” atas pekerjaan publikasi kegiatan pimpinan daerah. Namun faktanya, dana senilai Rp10.500.000 belum diterima oleh media, meskipun seluruh tahapan administrasi telah dinyatakan selesai.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius: jika uang belum diterima, apa makna “pembayaran berhasil” dalam sistem negara? Status tersebut dinilai menyesatkan dan tidak mencerminkan fakta keuangan di lapangan.
Media bekerja secara profesional, bukan sukarela. Biaya operasional, tenaga redaksi, dan tanggung jawab publik dijalankan penuh, namun hak pembayaran justru tertahan tanpa kejelasan, bahkan setelah sistem menyatakan proses telah selesai.
Kondisi ini mencerminkan cacat serius dalam tata kelola pembayaran pemerintah daerah, di mana digitalisasi hanya berhenti pada formalitas administratif tanpa kepastian realisasi dana.
Media mendesak Pemerintah Kota Bandar Lampung bertanggung jawab memberikan kejelasan dan kepastian pencairan, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembayaran LS agar tidak merugikan mitra dan merusak kepercayaan publik.

