MUTIARA PAGI : Ketika Jabatan Berakhir, Jejak Amal yang Menentukan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Setiap jabatan yang kita sandang, setinggi apa pun kedudukannya dan sebesar apa pun tanggung jawabnya, pasti akan sampai pada satu titik akhir.

Ada yang berakhir karena pensiun, ada yang selesai karena masa tugas telah habis, dan ada pula yang terhenti secara tiba-tiba oleh kematian.

Tidak ada satu pun kursi kekuasaan yang abadi, dan tidak ada amanah dunia yang dibawa sampai ke alam kubur.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Belajar Sendiri di Dunia, Agar Tidak Asing di Akhirat. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Ketika semua atribut dunia itu dilepas, manusia akan kembali sendirian menghadap Tuhannya. Saat itu, yang tersisa bukan lagi gelar, pangkat, atau tepuk tangan manusia, melainkan jejak yang ditinggalkan selama hidup.

Kebaikan yang pernah dilakukan akan menjadi saksi yang menenangkan, sementara keburukan yang ditinggalkan akan menjelma penyesalan yang menyakitkan.

Karena itu, jabatan sejatinya bukan kehormatan, melainkan ujian.

Baca Juga :  Ramadhan Mubarak (28) : Istiqamah Setelah Ramadhan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Ia adalah kesempatan untuk berbuat adil, melayani dengan tulus, dan menghadirkan manfaat bagi sesama.

Sebab kelak, bukan lamanya kita berkuasa yang akan ditanya, melainkan bagaimana amanah itu dijalankan.

Dan ketika semuanya telah usai, sejarah dan akhirat akan mencatat: apakah yang tertinggal adalah kebaikan yang mengalir pahalanya, atau aib yang terus dikenang. (KIS/138).
Wallahu A’lamu

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Langkah Kecil Menuju-Nya. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini