nataragung.id – Lampung Selatan – Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan 1447 H, Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Lampung Selatan menginisiasi kegiatan religi bertajuk “Ziarah Makam Wali Lampung”. Agenda yang akan dilaksanakan pada 15 Februari 2026 ini bertujuan untuk memperkokoh spiritualitas sekaligus merawat tradisi aswaja an-nahdliyyah di kalangan perempuan muda NU.
Berbeda dari rutinitas sebelumnya, rute ziarah kali ini meluas hingga ke luar wilayah Lampung Selatan. Para kader dijadwalkan akan mengunjungi maqbarah para tokoh besar seperti Raden Intan, Tubagus Sangkrah, Tubagus Makhdum, hingga Tubagus Yahya.
Ketua PC Fatayat NU Lampung Selatan, Mukhyoyyaroh, S.Pd.I, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perjalanan wisata religi biasa. Menurutnya, ziarah ini adalah momentum strategis untuk menjalin kedekatan emosional antar pengurus dan anggota.
“Kami ingin membangun kedekatan emosional yang lebih kuat dengan para kader. Melalui tawasul kepada para kekasih Allah dan pahlawan bangsa, kami berharap kader Fatayat semakin militan dalam berkhidmat di organisasi,” ujar Mukhyoyyaroh, Selasa (13/1).
Sisi kultural kegiatan ini akan dikawal langsung oleh Forum Da’iyah Fatayat (Fordaf) PC Fatayat NU Lampung Selatan. Ketua Fordaf Lamsel, Mufidatul Baroroh, dijadwalkan akan menjadi imam dalam rangkaian amaliah keagamaan di lokasi makam, mulai dari pembacaan Yasin, Tahlil, hingga doa bersama.
Keterlibatan Fordaf secara langsung menunjukkan kesiapan kader Fatayat dalam memimpin ritual keagamaan secara mandiri, sekaligus memastikan bahwa setiap prosesi ziarah berjalan sesuai dengan koridor syariat dan tradisi Nahdlatul Ulama.
Ketua Panitia Pelaksana, Al Khoiriyah, menjelaskan bahwa selain ziarah, rombongan juga akan mengunjungi Masjid Al-Bakrie. Selain sebagai titik transit ibadah, lokasi ini akan dimanfaatkan sebagai latar pembuatan video kultum Ramadhan agar syiar Fatayat tetap relevan di era digital.
“Ini adalah bentuk implementasi prinsip al-muhafazhatu ‘ala-l-qadimi-s-shalih wa-l-akhdzu bi-l-jadidi-l-ashlah. Kita merawat tradisi ziarah, namun juga mengambil metode baru lewat syiar video kreatif,” jelasnya.
Terkait teknis keberangkatan, Al Khoiriyah menambahkan bahwa panitia telah menyiapkan dua titik kumpul utama untuk memudahkan mobilisasi peserta yaitu di Pondok Pesantren MUS Roudlotussolihin, Bumirestu, Palas, dan di Masjid Agung Kalianda.
Hingga Selasa siang, antusiasme kader tercatat sangat tinggi. Meski pamflet baru saja disebarkan, kuota peserta terus merangkak naik melampaui angka 30 orang. Panitia telah menyiapkan skema penambahan armada bus guna mengakomodasi seluruh kader yang ingin ngalap berkah dalam agenda tersebut. **
Editor : Edi Sriyanto

