nataragung.id – Magelang – Pemberdayaan perempuan yang responsif terhadap kebutuhan zaman tanpa meninggalkan nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah akan menjadi fokus dalam pengembangan program Pengurus Fatayat NU Kabupaten Magelang periode 2026-2031.
Demikian penjelasan Rafiatul Khakimah, S.Pd.I., yang menyampaikan agenda berkaitan dengan prioritas program selama masa kepemimpinnya kepada Mukhotib MD dari nataragung.id hari ini, Senin (16/02/2026).
Lebih lanjut, Rafiatul yang terpilih menjadi Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Magelang dalam Konferensi Cabang Fatayat NU XVIII di Pesantren Darussalam Warucongol Muntilan Magelang kemarin, mengatakan Fatayat NU juga berkomitmen memperkuat kemandirian organisasi.
“Ini akan dicapai melalui kaderisasi yang berkelanjutan, tata kelola yang profesional,” katanya.
Dalam mandat PD/PRT Fatayat NU, kata Rafiatul, pelaksanaan program harus secara terstruktur, terukur, dan berkelanjutan, guna memperkuat kualitas organisasi, meningkatkan kapasitas kader, dan menghadirkan program-program yang berdampak nyata bagi perempuan, keluarga, dan masyarakat luas.
Sementara itu, Evi Hikmah Nurchayati, M.Pd, Ketua PC Fatayat Periode 2020-2025 menyampaikan berbagai program yang telah berjalan selama PC Fatayat berada di bawah kepemimpinannya. Sebut misalnya, pada tahun 2021 melakukan penelitian mengenai faktor pendorong, dampak terhadap kehidupan perempuan, dan tinjauan Maqāṣid al-Syarī‘ah berkerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Magelang melalui Kantor Urusan Agama (KUA) di 21 Kecamatan di Kabupaten Magelang. “Penelitian ini untuk membantu pencegahan pernikahan dini,” katanya.
Sedang berkaitan dengan layanan kesehatan seksual dan reproduksi, PC Fatayat NU melakukan penelitian dan pendidikan kepada remaja di 71 SMP Negeri dan Swasta di Kabupaten Magelang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang, JPAL-SEA/UI, dan PP Fatayat NU.
Masih dalam isu kesehatan, kata Evi, juga mengembangkan inovatif dengan nama Program Tilik Simbok pada tahun 2022. Program ini melakukan pendampingan kepada 110 ibu hami selama 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan.
“Alhamdulillah 90% anak-anak yang lahir tidak mengalami stunting. Bahkan, program ini menjadi Best Practice pertama dalam pevalensi pencegahan stunting di Provinsi Jawa Tengah,” ungkap Evi. (**)
Editor : Mukhotib MD.
Keterangan foto : Sebagian peserta Konferensi Cabang Fatayat NU XVIII Kabupaten Magelang 2026. Foto: Lina Haryani

