RAMADHAN MUBARAK (Hari Ke-4) : Taubat Nasuha – Kembali Sebelum Terlambat. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subḥanahu wata’ala yang masih memberi kita nafas kehidupan, memberi kita kesempatan untuk sujud dan kembali kepada-Nya.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, pembawa risalah dan penyeru taubat.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Ramadhan adalah bulan ampunan. Bulan di mana pintu langit dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu. Namun pertanyaannya: sudahkah kita benar-benar kembali kepada Allah?

Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya.” (QS. At-Tahrim: 8)

Taubat nasuha adalah taubat yang tulus. Taubat yang lahir dari penyesalan mendalam. Taubat yang membuat hati bergetar karena merasa jauh dari Allah. Taubat yang disertai tekad kuat untuk tidak kembali kepada dosa.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Jalan Para Nabi: Menebar Tenang di Tengah Badai. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Jamaah sekalian,
Betapa banyak dosa yang kita lakukan, dosa lisan, dosa pandangan, dosa hati. Kadang kita menundanya dengan berkata, “Nanti saja bertaubat.” Padahal tidak ada yang menjamin kita masih hidup esok hari.

Allah Subḥanahu wata’ala juga berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا

“Katakanlah: Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.” (QS. Az-Zumar: 53)

Ayat ini adalah pelukan kasih sayang Allah. Tidak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni, selama kita benar-benar kembali.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Setiap anak Adam pasti pernah berbuat salah, dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang banyak bertaubat.” (HR. Tirmidzi)

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Belajar Melepaskan - Tidak Semua Harus Dijaga. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Manusia bukan malaikat. Kita pasti tergelincir. Tetapi kemuliaan kita terletak pada kesediaan untuk bangkit dan kembali.

Dalam hadits qudsi Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

يَا ابْنَ آدَمَ، لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ

“Wahai anak Adam, jika dosamu mencapai setinggi langit lalu engkau memohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku akan mengampunimu.” (HR. Tirmidzi)

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Ramadhan adalah waktu terbaik untuk membersihkan diri. Saat sahur kita beristighfar. Saat berbuka kita berdoa. Saat malam kita bersujud menangis di hadapan-Nya.

Jangan tunggu sakit untuk sadar. Jangan tunggu musibah untuk kembali. Jangan tunggu ajal menjemput baru menyesal.

Mari jadikan Ramadhan ini sebagai titik balik. Tinggalkan dosa yang selama ini sulit dilepas. Putuskan kebiasaan yang menjauhkan dari Allah. Bersihkan hati dari iri, dengki, dan kesombongan.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Ketika Mentari Hidup Condong ke Senja. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Semoga Allah Subḥanahu wata’ala menerima taubat kita dan menjadikan kita hamba-hamba yang kembali kepada-Nya dengan hati yang bersih.

اللهم تب علينا توبة نصوحا واغفر لنا ذنوبنا كلها دقها وجلها أولها وآخرها سرها وعلانيتها

Ya Allah, terimalah taubat kami dengan taubat yang sebenar-benarnya dan ampunilah seluruh dosa kami, yang kecil maupun besar, yang awal maupun akhir, yang tersembunyi maupun yang terang-terangan.
Amin ya Rabbal ‘alamin. (KIS/181).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini