nataragung.id – Pemanggilan – Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subḥanahu wata’ala yang menjadikan Ramadhan sebagai madrasah ruhani, tempat jiwa-jiwa dididik menjadi lebih bersih dan lebih dekat kepada-Nya.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, pendidik jiwa yang agung.
Jamaah yang dirahmati Allah…
Ramadhan bukan sekadar ibadah ritual. Ia adalah proses pendidikan jiwa. Selama sebulan penuh, kita dilatih untuk menata hati, mengendalikan diri, dan memperbaiki akhlak.
Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
“Sungguh beruntung orang yang menyucikan jiwanya, dan sungguh merugi orang yang mengotorinya.” (QS. Asy-Syams: 9–10)
Ramadhan hadir untuk menyucikan jiwa. Membersihkan hati dari iri, dengki, sombong, dan cinta dunia yang berlebihan.
Jamaah sekalian…
Puasa mengajarkan pengendalian diri. Shalat malam melembutkan hati. Sedekah mengikis sifat kikir. Tilawah Al-Qur’an menerangi pikiran. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ
“Ketahuilah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh; jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Ketahuilah, itulah hati.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Inti pendidikan Ramadhan adalah memperbaiki hati. Karena hati yang bersih akan melahirkan ucapan yang baik, sikap yang lembut, dan amal yang ikhlas.
Jamaah yang dimuliakan Allah..
Kadang kita sibuk memperindah penampilan, tetapi lupa memperindah hati. Kita menjaga tubuh dari lapar, tetapi lupa menjaga hati dari kesombongan.
Ramadhan mengajarkan kita untuk:
– Mengurangi bicara yang sia-sia
– Mengurangi tidur berlebihan
– Mengurangi cinta dunia
– Memperbanyak dzikir dan tafakur
Allah juga berfirman:
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang bersih.” (QS. Asy-Syu’ara: 88–89)
Tujuan akhir pendidikan jiwa adalah memiliki qalbun salim, hati yang selamat.
Jamaah sekalian…
Jangan biarkan Ramadhan berlalu tanpa perubahan dalam jiwa kita. Jika sebelum Ramadhan kita mudah marah, semoga setelahnya lebih sabar. Jika sebelumnya lalai, semoga setelahnya lebih taat.
Semoga Ramadhan ini benar-benar menjadi madrasah yang melahirkan pribadi yang lebih lembut, lebih ikhlas, dan lebih dekat kepada Allah.
اللهم طهر قلوبنا وزك نفوسنا وأصلح سرائرنا
Ya Allah, bersihkan hati kami, sucikan jiwa kami, dan perbaikilah batin kami. Amin ya Rabbal ‘alamin. (KIS/188)
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

