Serangan Amerika-Israel, Syafiq: Tindakan Nyata Pelanggaran HAM

0

nataragung.id – Yogyakarta – Merespons situasi dan perkembangan konflik yang kian memanas di Timur Tengah, Muhammadiyah melihat pentingnya penegakan hukum internasional dan penghentian segera segala bentuk kekerasan di kawasan Timur Tengah.

Hal itu disampaikan dalam pernyataan sikap melalui surat yang ditandatangani Ketua PP Muhammadiyah Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni dan Sekretaris Muhammad Sayuti, Ph.D. Senin (02/03/2026). Muhammadiyah menyampaikan keprihatinan yang tinggi, dan belasungkawa mendalam dengan wafatnya pemimpin Iran, Ayatullah Ali Khamenei sebagai korban serangan Amerika Serikat dan Israel ke Republik Islam Iran pekan silam.

Baca Juga :  Board of Peace, Menteri Komdigi: Ruang Nyata Bagi Indonesia

Muhammadiyah, kata Syafiq, sangat mengecam serangan Amerika-Israel, dan menyatakan serangan itu sebagai bentuk pengabaian terhadap keputusan-keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), hukum-hukum internasional, dan sebagai tindak pelanggaran nyata terhadap Hak Asasi Manusia (HAM).

“Muhammadiyah menyerukan agar PBB memberikan sanksi tegas kepada Amerika Serikat dan Israel, dan mewujudkan dengan langkah yang nyata,” kata Syafiq.

Baca Juga :  1.512 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Albertus Dony Dewantoro: Upaya Penataan Layanan

Selain itu, Muhammadiyah mendesak PBB dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengambil langkah konkret guna mengakhiri genosida yang terjadi terhadap bangsa Palestina. Lembaga-lembaga internasional itu diharapkan mampu mencegah meluasnya ketegangan antarnegara di kawasan Timur Tengah.
Syafiq mengajak seluruh negara, lembaga multilateral, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dunia untuk bersatu menciptakan keadilan dan kedamaian global. “Segala tindakan semena-mena yang menghancurkan peradaban manusia harus dikutuk bersama demi kelangsungan hidup di muka bumi,” ujarnya.

Baca Juga :  Ada 40 Nama Tokoh Yang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional 

Sedangkan kepada Iran dan negara-negara Arab dapat saling menahan diri, dan mengedepankan dialog dan diplomasi sebagai cara penyelesaian konflik. Terutama sesama anggota OKI, sehingga tidak terjebak dalam konflik yang lebih dalam. (MMD).

Keterangan foto : Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr H Syafiq A Mughni, MA./Foto: Suara Muhammadiyah

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini