nataragung.id – Pemanggilan – Di mana pun Allah menanam dirimu, maka berbungalah…
Bukan tentang di mana engkau berada, tapi bagaimana engkau memberi makna pada tempat itu. Sebab tanah yang sama, di tangan yang berbeda, bisa melahirkan kehidupan yang berbeda pula.
Jadilah pintu…
Pintu yang darinya kebaikan masuk tanpa terhalang. Tempat orang menemukan harapan ketika dunia terasa sempit, tempat hati yang gelisah menemukan ketenangan. Sebab tidak semua orang mampu menjadi matahari, tapi setiap jiwa bisa menjadi pintu bagi cahaya.
Dan jika engkau tak mampu menjadi pintu, maka jadilah jendela… Biarkan cahaya menembus darimu, walau hanya sedikit. Karena setitik terang di tengah gelap, lebih berharga daripada gelap yang sempurna.
Dan jika engkau masih belum mampu, maka jadilah dinding… Dinding yang kokoh, tempat bersandar bagi kepala-kepala yang lelah, bagi jiwa-jiwa yang hampir runtuh. Sebab dalam diam pun, engkau bisa menjadi penopang yang menyelamatkan.
Hidup ini bukan tentang seberapa besar peranmu di mata manusia, tapi seberapa tulus manfaatmu di sisi Allah.
Bukankah Allah telah berfirman:
“إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ”
“Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik untuk diri kalian sendiri.” (QS. Al-Isra: 7)
Maka jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apa pun… Senyum yang tulus, kata yang lembut, tangan yang menolong, bahkan doa yang diam, semua itu adalah bunga-bunga yang kelak akan engkau petik sendiri di akhirat.
Jika hari ini engkau merasa kecil… Ingatlah, tidak semua benih ditanam untuk menjadi pohon besar. Ada yang tumbuh menjadi bunga, yang keharumannya menghidupkan jiwa-jiwa di sekitarnya.
Maka di mana pun Allah menanam dirimu, mekarlah. Memberilah. Dan jadilah sebab hadirnya cahaya… meski hanya setitik. (KISl210).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

