nataragung.id – Natar – Kadang hidup terasa seperti jalan buntu. Doa telah menua di bibir, harapan seolah kehilangan arah. Kita menatap langit, namun mendung seakan enggan menyingkir. Saat itu, hati berbisik pelan, “Mungkin inilah akhirnya…”
Namun lihatlah Ibrahim. Ketika usia renta dan rahim menjadi sunyi, ia mengira takkan pernah menimang seorang anak lagi.
Tapi Allah Sang Maha Penentu Takdir, mengubah sunyi itu menjadi nyanyian tawa, dan menjadikannya bapak bagi bangsa-bangsa,
keturunannya laksana bintang bertabur di langit malam.
Dan Yusuf, ia mengenal gelap dinding penjara lebih lama daripada pelukan keluarga.
Disangka takdirnya terhenti di jeruji besi, namun dari penjara itulah Allah menyiapkan tahtanya, mengangkatnya menjadi pemimpin agung Mesir, membalik nista menjadi mulia, air mata menjadi cahaya.
Lihat pula Daud, yang mengira maut menantinya di tangan Thalut,
tapi justru Thalutlah yang berpulang, dan Daud berdiri tegak, menerima mahkota kekuasaan dari langit.
Begitulah Allah, Tuhan yang menulis kisah bukan dengan pena manusia, tapi dengan rahmat dan hikmah yang tak terbaca oleh akal kita.
Maka jangan cepat menilai hidup dari gelapnya malam,
karena bisa jadi, fajar hanya menunggu sabarmu.
Jangan percaya pada ketakutan pikiranmu yang berlebihan, sebab Allah memiliki rencana yang tak serupa prasangka, rencana yang menjadikan kelemahanmu kekuatan, air matamu penebus dosa, dan sempitnya jalan sebagai pintu menuju kerajaan hati.
Selamat pagi jiwa yang beriman. Bangunlah dengan keyakinan baru, bahwa takdir Allah selalu indah bagi hati yang sabar dan percaya. (99).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

