Buku Seri Tradisional daerah Lampung. Seri 4 : Masa Bayi Lanjutan. Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

0

nataragung.id – Bandar Lampung – Kala itu di tanah penuh ukiran tradisi, hiduplah seorang gadis dari marga Legun yang baru saja melahirkan bayi perempuan bernama Sembiring. Desa dipenuhi dengan kegembiraan, kerabat dan tetangga berkumpul menyambut kelahiran ini dengan serangkaian ritual yang bermakna.
Pada hari kesembilan, bayi itu mengenal tanah kampungnya melalui upacara ngebuyu, yang menurut adat merupakan menitipkan jiwanya pada bumi leluhur. Bubur pertama yang diberikan pada upacara ngekuk mengandung harapan agar bayi memiliki sifat baik dari pemberi makan, meniru kebaikan yang diwariskan. Dalam kunjungan ngelamo, keluarga menjalin ikatan sosial dengan pihak ibu dan ayah, menyatukan rasa dan daerah asal dalam semangat kekeluargaan Lampung.

Cerita ini bukan sekadar legenda, tetapi cerminan jati diri masyarakat adat Lampung yang menyulam tradisi dengan filosofi hidup penuh rasa syukur dan kesatuan sosial.

Ngekuk: Bubur Pertama dan Makna Simbolik Meniru Sifat Baik.

Ngekuk adalah upacara pemberian bubur pertama kepada bayi yang biasanya dilaksanakan setelah bayi berumur sekitar 60 hari (dua bulan). Bubur yang diberikan bukan sembarang makanan, melainkan simbolisasi bahwa bayi belajar meniru sifat baik dari orang yang memberinya makan.

Filosofi dan Simbolisme.

Bubur sebagai simbol makanan pertama menyiratkan asupan bukan hanya jasmani, tetapi juga spiritual dan sosial. Orang yang memberikan bubur dipercaya menularkan sifat mereka kepada bayi, sehingga pemilihan pemberi makan adalah penting, biasanya seseorang yang dituakan dan terhormat di komunitas.

Baca Juga :  Falsafah Hidup Orang Lampung. Seri 2: Nemui Nyimah - Kedermawanan yang Memberkahi. Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

Menurut kitab adat Lampung kuno, dikutip dalam bahasa asli: “Engkau ajari anak ini, sifat luhur yang ada padamu; biarlah ia tumbuh seperti pohon yang kokoh, rindang, dan berbuah manis.”

Analisis ini menunjukkan bahwa melalui ngekuk, bayi diterapakan nilai-nilai kesopanan, kesabaran, dan keberanian yang menjadi etos masyarakat Lampung.

Simbolisme ini juga mengingatkan keluarga bahwa bayi adalah cerminan dari lingkungan sosialnya, dan spiritualitas tumbuh bersama proses sosial.

Ngebuyu atau Mahau Manuk: Mengenalkan Bayi dengan Tanah.

Upacara Ngebuyu adalah ritual yang dilakukan pada sekitar hari ke-9 sampai ke-10 setelah kelahiran bayi. Selama periode ini, bayi biasanya tidak dibawa keluar rumah sebagai bentuk perlindungan dari gangguan roh halus. Pada upacara ini, bayi “dibumikan” secara simbolis, mengenalkan dirinya pada tanah leluhur dan komunitas.

Makna Filosofis dan Spiritual
Ngebuyu bermakna lebih dari sekadar ritual fisik. Ini adalah penanaman akar spiritual bayi pada tanah leluhur. Seperti kata adat Lampung, “bumi ikam nembah ratu” artinya tanah tempat tinggal adalah ratu yang harus dihormati dan dikenali oleh anak sejak awal.

Tradisi ini menunjukkan hubungan simbiotik antara manusia, alam, dan leluhur. Bayi diperlakukan dengan penuh hormat agar kelak mampu tumbuh seimbang dan harmonis dalam lingkungan sosial dan alam.
Dalam upacara ini, orang tua atau kerabat melemparkan beras kuning, kemiri, dan uang sebagai lambang kemakmuran dan kesejahteraan yang diharapkan akan menaungi kehidupan bayi.

Baca Juga :  BADIK, Pelindung Harkat dan Harga Diri dalam Tradisi Lampung. Buku – 3: Lebih dari Sekadar Senjata. Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

Upacara Ngelamo: Kunjungan Pertama ke Rumah Keluarga Ibu atau Ayah.

Ngelamo merupakan tradisi kunjungan penting yang dilakukan oleh keluarga bayi ke rumah keluarga ibu atau ayah. Ini bukan sekadar kunjungan biasa, melainkan pengukuhan hubungan intens antara kedua keluarga melalui pemberian hadiah, doa, dan ramah tamah.

Analisis Makna Sosial dan Filosofis
Ngelamo menegaskan pola kekerabatan Lampung yang kuat dan saling mengikat, merapatkan hubungan antar marga dan keluarga. Dalam nasehat kitab adat kuno:
“Ngelamo adalah jalinan rasa, ikatan darah, dan rasa hormat, agar ketika anak tumbuh, ia tahu dari mana asalnya dan pada siapa ia berhutang budi.”
Kegiatan ini juga menjadi media pendidikan nilai-nilai musyawarah dan gotong royong. Kunjungan itu memperteguh solidaritas dan rasa tanggung jawab bersama dalam membesarkan generasi penerus.

Sejarah dan Legenda Marga
Marga Legun dan Saibatin, dua marga terkemuka dalam tradisi Lampung, menyimpan sejarah panjang tentang asal-usul tata cara masa bayi ini. Dalam dokumen kuno dan cerita leluhur, disebutkan bahwa upacara ngekuk dan ngebuyu merupakan wasiat luhur para nenek moyang yang ingin anak-anak mereka tumbuh kuat, bijaksana, dan berbakti.

Baca Juga :  Dengan Semangat Piil Pesenggiri, Kita Wujudkan Indonesia Maju, Berdaulat, dan Bermartabat Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

Legenda marga Saibatin mengisahkan bahwa ratu zaman dahulu memberikan kitab suci “Tatuju Tareya” yang berisi panduan hidup termasuk tata upacara kelahiran dan masa bayi agar harmonisasi manusia dengan alam dan Tuhan terjaga.
Kesimpulan
Upacara tradisional masa bayi di Lampung seperti Ngekuk, Ngebuyu, dan Ngelamo bukan sekadar ritual, melainkan manifestasi filosofi adat yang mendalam. Mereka merayakan kelahiran bukan hanya secara fisik, tetapi juga spiritual, sosial, dan budaya.

Melalui bubur pertama, “bumi ditapaki” bayi, dan pengukuhan hubungan keluarga, tradisi ini menanamkan kebijaksanaan, rasa syukur, dan rasa kekeluargaan yang menjadi jiwa komunitas Lampung.

Informasi ini diambil dari referensi berikut:
* Dokumentasi tradisi Ngebuyu dan Ngekuk masyarakat Marga Legun di Lampung Selatan
* Jurnal Sosiologi FISIP Universitas Lampung
* Artikel budaya Indonesia dan dokumentasi komunitas adat Lampung Pesisir
* Kutipan kitab adat Lampung dan legenda marga
Seluruh bahan bersumber dari dokumen sejarah dan literatur adat Lampung yang terverifikasi.

*) Penulis Adalah Saibatin dari Kebandakhan Makhga Way Lima. Gelar Dalom Putekha Jaya Makhga, asal Sukamarga Gedungtataan, Pesawaran. Tinggal di Labuhan Ratu, Bandar Lampung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini