Pengiriman Bumbu Pasta dan Makanan Ready to Eat, Ferry Irawan: Mendukung Logistik Haji

0

nataragung.id – Jakarta – Pemerintah mendorong penggunaan produk nasional yang bercita rasa nusantara untuk jamaah haji Indonesia melalui pengiriman bumbu pasta dan makanan ready to eat (RTE) yang diproduksi di Indonesia.

Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ferry Irawan menyampaikan hal itu dalam acara Pelepasan Ekspor Bumbu Pasta dan Makanan RTE: Sinergi BUMN dalam Mendukung Ekosistem Logistik Haji 2026 di Tangerang, pada Kamis (02/04/2026).

Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan jumlah jamaah haji terbesar di dunia, lebih dari dua ratus ribu jamaah haji per tahun dan sekitar dua juta jamaah umrah per tahun. Ini memiliki potensi ekosistem ekonomi tahunan yang sangat besar, mencakup berbagai layanan seperti perhotelan, transportasi, logistik, konsumsi, dan layanan pendukung lainnya.

Baca Juga :  Dr. H. Andi Surya Raih Gelar Magister Hukum dari Universitas Borobudur: Ilmu Tak Pernah Usai untuk Ditimba

“Indonesia diharapkan mampu mengambil posisi strategis dalam rantai nilai ekonomi tersebut sekaligus memastikan perputaran uang juga terjadi di dalam negeri,” katanya.

Penguatan ekosistem ekonomi haji dan umrah menjadi salah satu fokus dalam menjaga keseimbangan devisa nasional dengan mengurangi arus keluar devisa (cash outflow) dan meningkatkan arus masuk devisa (cash inflow). Kebijakan ini memerlukan sinergi Kementerian/Lembaga dengan BUMN, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendorong ekosistem ekonomi haji dan umrah yang terintegrasi. Tidak hanya bertujuan meningkatkan layanan bagi jamaah haji dan umrah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

“Sinergi Kementerian/Lembaga dan BUMN dalam pengiriman logistik haji mulai tahun 2026 ini baru step awal, ke depan akan lebih dioptimalkan untuk beberapa potensi kolaborasi lainnya, seperti pengiriman oleh-oleh haji dan umrah, dan pengiriman makanan untuk kebutuhan jamaah umrah sepanjang tahun yang tentunya akan berdampak langsung dalam menahan pelebaran defisit neraca jasa nasional dan pertumbuhan ekonomi,” ujar Ferry.

Baca Juga :  BPKH Sebagai Investor Utama Ekonomi Syariah, Erwinda: Komitmen Mengelola Dana Haji

Untuk pengirimannya, kata Ferry pemerintah mendorong sinergi BUMN antara PT Garuda Indonesia dan PT Pos Indonesia untuk berkolaborasi memberikan dukungan logistik haji dengan biaya logistik yang efisien dan kompetitif.

Pada tahap pertama akan mengirim 100 ton bumbu pasta dan makanan RTE mulai tanggal 2-6 April 2026. Lalu akan disusul tahap kedua sebanyak 130 ton dalam rentang waktu 17- 29 April 2026.

Baca Juga :  Anis Matta Terpilih Secara Aklamasi sebagai Ketua Umum Partai Gelora Indonesia Periode 2024-2029

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Jaenal Effendi mengatakan sudah saatnya Kementerian/Lembaga dan BUMN bersanding dan berkolaborasi mendukung terwujudnya ekosistem haji dan umrah. Manfaatnya selain untuk jamaah, juga masyarakat Indonesia melalui multiplier effect dalam rantai nilai ekonomi yang terintegrasi.

Penguatan ekosistem logistik haji melalui sinergi Kementerian/Lembaga, BUMN, dan stakeholder lainnya terus berlanjut untuk berbagai kebutuhan. Sebut misalnya, layanan katering, transportasi, perdagangan, dan layanan pendukung lainnya. “Termasuk oleh-oleh haji dan umrah bagi jamaah Indonesia dengan melibatkan penyedia layanan jasa Indonesia,” kata Jaenal. (MMD).

Foto: rmt/humas ekon

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini