Mutiara Pagi : Syukur yang Dicuri: Tipu Daya Iblis yang Paling Halus. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Di antara segala tipu daya yang halus dan tak kasat mata, ada satu tujuan besar yang terus diperjuangkan oleh Iblis: memadamkan rasa syukur di dalam hati manusia. Ia tidak selalu menggiring manusia kepada kekufuran yang terang-terangan, tetapi perlahan mengikis nikmat hingga terasa biasa, dan menghapus rasa terima kasih hingga hati menjadi hampa.

Padahal hidup ini dipenuhi karunia… napas yang tak pernah kita beli, jantung yang tak pernah kita minta untuk berdetak, dan hari-hari yang terus Allah bentangkan tanpa kita mampu menghitungnya.

Namun Iblis datang, membisikkan keluh, menumbuhkan rasa kurang, hingga manusia lupa bahwa dirinya sedang tenggelam dalam lautan nikmat.

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Organisasi Hanyalah Jalan, Bukan Tujuan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Allah mengabadikan tekad Iblis dalam firman-Nya:

ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“Kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan mereka, dari belakang mereka, dari kanan mereka dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (QS. Al-A’raf: 17)

Betapa dalam makna ayat ini… Iblis tidak membiarkan satu sisi pun kosong. Ia datang dari segala arah, menyusup ke dalam pikiran, merayap di relung hati, hingga tanpa sadar manusia lebih mudah mengeluh daripada bersujud, lebih sering menghitung kekurangan daripada mensyukuri pemberian.

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Ujian di Balik Keindahan Dunia: Memilih Allah di Atas Hawa Nafsu. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Maka siapa yang masih mampu berkata “Alhamdulillah” di tengah sempitnya keadaan, dialah yang telah memenangkan satu pertempuran besar. Siapa yang tetap melihat nikmat di balik ujian, dialah yang telah mematahkan rencana Iblis.

Karena syukur bukan sekadar ucapan… ia adalah pandangan hati. Ia adalah kesadaran bahwa apa yang kita miliki saat ini, sekecil apa pun, adalah bukti cinta Allah yang tidak pernah terputus.

Jangan biarkan Iblis mencuri nikmatmu dengan membuatmu lupa mensyukurinya. Sebab nikmat yang tidak disyukuri, perlahan akan terasa hilang…bukan karena diambil, tetapi karena hati telah buta untuk melihatnya.

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Kebaikan yang Kembali, Keburukan yang Menghampiri Diri Sendiri. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Mari kita jaga hati ini dengan syukur, sebelum ia dipenuhi kufur… dan sebelum kita termasuk dalam golongan yang Allah sebut:

وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur.” (218)
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

#KIS
#Shobahul-Khair
#Mutiara_Pagi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini