Pakistan di Tengah Pusaran Perang Iran Versus Amerika- Israel. Oleh : M.Habib Purnomo // Aktivis PWNU Lampung, tinggal di Bandar Lampung

0

nataragung.id – Bandar Lampung – Hari Sabtu (ini) tanggal 11 April 2026 rencananya akan dimulai perundingan dalam gencatan senjata dua minggu antara Amerika dan Iran yang di mediasi Pakistan.

Menjadi menarik bagi kita kenapa Amerika percaya dengan Pakistan sebagai mediator perundingan ini, yang sebelumnya tidak di terima oleh Iran kecuali gencatan senjata permanen.

Flashback (kilas balik) posisi Pakistan pada masa era perang dingin.

India dan Pakistan dua negara bertetangga yang tidak pernah rukun bisa menjadi gambaran peta politik (geo politik) dunia.

Pada masa perang dingin, India merapat ke Uni Soviet. Kita masih terbayang bagaimana PM India Indira Gandi dengan Lionid Breshnev pemimpin tertinggi negara komunis Uni Soviet duduk satu mobil dan kedua pemimpin legendaris ini dengan cerianya melambaikan tangannya ke publik, PM Indira Gandi kemudian tewas di bunuh pengawalnya dan di ganti Rajiv Gandi putra Indira Gandi. Tragisnya Rajiv Gandi juga tewas terkena bom bunuh diri dari seorang perempuan yang bertugas mengalungkan bunga pada sebuah acara kepada Rajiv Gandi.

Baca Juga :  Ramadan, Antara Ibadah Pribadi dan Sosial. Oleh : Gunawan Handoko *)

Di sisi lain Pakistan negara tetangga dan rivalnya India diera perang dingin menjadi pangkalan perangnya Amerika dan negara-negara anti komunis ketika perang melawan Uni Soviet di Afganistan.

Indonesia diera perang dingin sebagai negara anti komunis dimasa perang, Afganistan versus Uni Soviet membantu mujahidin Afghanistan perang melawan Uni Soviet, di pimpin oleh Jenderal LB Moerdani, tahun 1983 Indonesia mengirim senjata-senjata eks bantuan Uni Soviet ketika perang lawan Belanda dalam rangka merebut Irian Jaya ke Afganistan melalui Pakistan.

LB Moerdani pesawat yang ditumpanginya transit terlebih dulu di Diego Garcia pangkalan militernya Amerika ditengah samudra India untuk kemudian masuk ke Pakistan.

Perang antara Uni Soviet melawan negara-negara anti komunis di Afghanistan yang di pimpin Amerika menyebabkan Uni Soviet bangkrut dan bubar. Runtuhnya negara Uni Soviet pertanda berakhir nya perang dingin tahun 1991.

Baca Juga :  Silaturahmi Eggi dan Damai ke Jokowi, Jalan Pulang dari Politik Tuduhan. Oleh : Pepih Nugraha II //Owner and Founder di Pepnews

Sejak Uni Soviet bubar Amerika menganggap bahwa rival selanjutnya Amerika adalah China/Tiongkok, di mana ada kekuatan Amerika, di situ China mengimbangi.

Rivalitas Cina vs Amerika juga berdampak pada peta politik India dan Pakistan .

India karena negaranya bertetangga dengan China secara militer di pakai Amerika untuk mengawasi China sedangkan Pakistan rivalnya India digunakan China untuk mengawasi India

Peristiwa pesawat tempur India yang menyerang ke wilayah Pakistan beberapa bulan yang lalu dan kemudian pesawat tempur India yang mahal itu di rontokkan oleh Pakistan menggunakan pesawat tempur buatan China menggambarkan peta politik rivalitas Cina vs Amerika saat ini.

India sekarang menjadi pemasok logistik Israel sedang Pakistan selain bertetangga dengan Iran juga mitra strategisnya Iran khususnya berkaitan dengan persoalan Israel dengan Palestina.

Namun yang unik di bidang ekonomi India dan Pakistan sama-sama ada hubungannya dengan China. India dengan Cina sama-sama tergabung di BRICS (Brasil Rusia Cina Afrika Selatan) melawan dominasi dolarnya Amerika.

Baca Juga :  Wacana Boyongan Desa Ke Kota. Catatan Lepas Gunawan Handoko *)

Sekarang mayoritas negara anggota PBB sudah mengakui Palestina sebagai negara merdeka, sedangkan Amerika, Israel, Argentina, Papua Nugini dan beberapa negara kecil sampai hari ini tidak mengakui Palestina merdeka, dengan hak vetonya di PBB tidak mungkin Palestina merdeka tanpa pengakuan dari Amerika.

Masalah Israel dan Palestina menjadi sumber konflik di Timur Tengah, konflik Israel dengan Hizbullah Libanon pun karena Hizbullah membantu Palestina yang masih di jajah Israel.

Konflik Israel vs Palestina menjadi faktor berhasil tidaknya perundingan damai antara Iran dan Amerika yang di mediasi oleh Pakistan itu, karena perang antara Iran vs Amerika-Israel pun di sebabkan karena Iran membantu Palestina melawan Israel, ataukah perundingan di Pakistan ini hanya strateginya Amerika? WaAllah A’lam. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini