Iran dan Israel Raya. Oleh : M. Habib Purnomo // Aktivis PWNU Provinsi Lampung

0

nataragung.id – Bandar Lampung – Kalau dimasa covid 19, masyarakat dunia susah semua dan harus hidup dengan protokol kesehatan yang ketat, hari-hari ini masyarakat dunia juga mengalami masa susah bersama, dampak dari diserangnya Iran oleh Amerika dan Israel.

Iran, Israel, Amerika dimasa negaranya berbentuk kerajaan ( monarki ) dengan raja /Syah Reza Pahlevi mereka adalah bestie atau ce-es atau sohib karib, logistik Israel-pun di supplay dari Iran.

Pada masa lalu (lalu sekali) Palestina dan wilayah Israel sekarang adalah wilayahnya Iran (Persia) tapi kadang-kala jadi wilayahnya Romawi.

Namun apa boleh di kata, di Iran tahun 1979 terjadi revolusi dan Iran negaranya berubah bentuk menjadi republik dan keluarga raja Reza Pahlevi kabur ke Eropa. Di masa republik ini hubungan dekat Israel dengan Iran putus dan Iran berganti posisi menjadi pembela Palestina.

Israel dan Amerika tidak terima di putus hubungannya oleh Iran dan sejak tahun 1979 apapun di lakukan Israel dan Amerika dengan tujuan untuk menghancurkan Iran mantan bestienya ini, perang Irak dengan Iran di masa lalu di rekayasa Israel dan Amerika untuk lumpuhkan kekuatan Iran, embargo ekonomi di lakukan hingga 47 tahun ini dan puncaknya sekarang ini Iran di serang oleh Israel dan Amerika.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat, Antara Harapan dan Impian. Oleh Gunawan Handoko *)

Publik sekarang melihat walau sudah di keroyok Amerika dan Israel faktanya Iran bukan hanya mampu melawan tapi berhasil menghancurkan pangkalan militer Amerika di Arab Saudi, Qatar, UEA, Irak dan diberbagai tempat lainnya, Iran pun maju selangkah dengan mngendalikan selat Hormuz yang menjadi urat nadi lalu lintas berbagai kebutuhan pokok dunia.

Israel-pun saat menit pertama ketika Israel dan Amerika menyerang Iran dibalas oleh Iran, dimana berbagai wilayahnya Israel di hujani rudal-rudalnya Iran dengan daya rusak yang luar biasa.

Israel dan Amerika sekarang ini, pede menyerang Iran setelah Presiden Suriah Bassar Al Assad berhasil di gulingkan dan presiden Suriah yang baru Ahmed Al Syar’a dengan mediasi Pangeran MBS sudah dua kali silaturahmi ke Presiden Trump.

Suriah negara yang berbatasan langsung dengan wilayah yang di duduki Israel posisinya sangat strategis, di masa Presiden Bassar Al Assad senjata-senjata canggih Iran dan Rusia moncongnya sudah dalam posisi siap tembak menghadap ke Israel, terbayang, bila situasi seperti sekarang ini dan senjata Iran masih bercokol di perbatasan Suriah dengan Israel maka dengan hitungan menit dan detik rudal-rudal canggih Iran sudah sampai di sasarannya di Israel, bila presiden Bassar Al Assad belum jatuh tidak mungkin Israel dan Amerika berani menyerang Iran karena senjata Iran ada di perbatasan Suriah-Israel.

Baca Juga :  Bandar Lampung Kota Langganan Banjir, Pemkot Langganan Bagi Sembako. Oleh : Gunawan Handoko, Pemerhati masalah Sosial dan Lingkungan

Menggulingkan rezim Presiden Bassar Al Assad yang di dukung Rusia dan Cina bukan perkara mudah, konflik berdarah yang korbankan ratusan ribu rakyat Suriah yang direkayasa zionis ternyata tetap saja tidak berhasil menggulingkan rezim Presiden Bassar Al Assad, bahkan ISIS yang ada di Suriahpun berhasil di sapu oleh Rusia .

Strategi perang antara NATO yang di pimpin Amerika melawan Rusia di Ukraina menyebabkan Rusia tidak fokus lagi perhatiannya membela mitranya yaitu Bassar Al Assad di Suriah, dan strategi Amerika menciptakan perang di Ukraina terbukti berhasil dengan mudah menggulingkan Presiden Basar Al Asad dan senjata-senjata canggih Rusia dan Iran yang berada di perbatasan Suriah dengan Israel terpaksa di tarik ke negara masing-masing, sekarang Bassar Al Assad tinggal di Moskow Rusia.

Kini ketika mulai ada tanda-tanda Amerika akan mengakhiri perangnya melawan Iran, sayup-sayup mulai terdengar kabar Israel akan menyerang Turki, untuk apa sih Israel harus menyerang negara-negara tetangganya?

Sebenar nya Israel ini hanya negara mini dengan penduduk kurang dari 10 juta jiwa, itu pun sebagian adalah orang Arab yang jadi warga negara Israel, bandingkan dengan penduduk propinsi Jawa Timur yang lebih dari 40 juta jiwa, namun Israel punya kekuatan andalan yaitu negara adi daya Amerika yang bertindak sebagai pelindungnya

Baca Juga :  Ijazah Palsu Anggota DPRD : Bencana bagi Lembaga Legislatif. Oleh : Gunawan Handoko *)

Sebagaimana yang dinyatakan PM Benyamin Netanyahu, bahwa zionisme memiliki visi negara Israel raya yang wilayahnya meliputi Israel sekarang, di tambah Mesir, Yordania, Suriah, Lebanon dan sebagian wilayah Arab Saudi.

Dengan konsep negara Israel raya artinya bagi Israel tidak ada Palestina merdeka, walau pun sekarang ini mayoritas warga dunia dan negara anggota PBB sudah mengakui Palestina merdeka kecuali Israel, Amerika, Argentina, Papua Nugini dan beberapa negara kecil lainnya.

Zionisme dengan cita-cita mendirikan negara Israel raya, merubah Masjidil Aqsa menjadi kuil Yahudi adalah ideologi yang berbahaya dan jadi sumber konflik di kawasan Timur Tengah bahkan dunia yang harus di lawan oleh masyarakat dunia, dasar Israel dan Amerika menyerang Iran pun adalah untuk memperlancar realisasi ideologi zionisme ini. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini