Satu Sosok Dua Peran: Ibu, Kekuatan Dalam Hidupku. Oleh : Gita Aulia Rahmi *)

0

nataragung.id – Kota Metro – Dalam kehidupan banyak keluarga, yang dimana tidak semua anak tumbuh dengan kehadiran sosok ayah yang utuh. Dalam kondisi seperti itu, ibu sering kali mengambil peran ganda bukan hanya sebagai pengasuh, tetapi juga sebagai pencari nafkah, pelindung, sekaligus panutan. berdiri di dua posisi sekaligus, menjalankan tanggung jawab yang seharusnya dipikul bersama.

Ibu adalah sosok yang memiliki peran sangat besar dalam hidup. Bukan hanya sebagai ibu yang memberikan kasih sayang, tetapi juga sebagai figur ayah yang memikul tanggung jawab keluarga. Dalam kondisi seperti ini, ibu menjadi sumber kekuatan utama yang membentuk diri, baik secara emosional maupun akademik.

Baca Juga :  Perkuat Legalitas dan Pelayanan, Pemkot Metro dan Kejari Metro Perpanjang MoU Penanganan Hukum

Kehadiran seorang ibu memberikan rasa aman, dukungan, serta motivasi untuk terus belajar dan berkembang. Dan memberikan perhatian, dukungan moral, dan semangat dalam setiap proses belajar. Hal ini dapat membuat anak lebih percaya diri dan memiliki motivasi belajar yang tinggi. Seorang ibu tidak hanya mengajarkan arti kasih sayang, tetapi juga keteguhan dalam menghadapi kehidupan.

Menjalani dua peran sekaligus tentu bukan hal yang mudah. Ada lelah yang mungkin tidak pernah ibu ungkapkan, ada beban yang di simpan sendiri demi menjaga kami tetap kuat. Namun , Seorang ibu tetap berjalan dengan penuh kesabaran, tanpa mengeluh, tanpa menyerah.

Baca Juga :  Safari Ramadhan 1447 H Pemprov Lampung di Kota Metro, Ustadz Sulaiman Ahmad Serukan Syukur dan Amanah Kepemimpinan

Dari sini, aku belajar banyak hal tentang kehidupan. Tentang arti kerja keras, tentang keikhlasan, dan tentang bagaimana tetap tegar meskipun keadaan tidak selalu berpihak. Ibuku mengajarkan bahwa kekuatan bukan berarti tidak pernah lemah, tetapi mampu bangkit setiap kali terjatuh.

Dari seorang ibu yang memiliki “satu sosok dua peran” dilakukan bukan hanya sekadar menjalankan kewajiban, tetapi juga bentuk cinta yang begitu besar.

Ibu mungkin tidak selalu berkata banyak, tetapi setiap pengorbanannya berbicara lebih lantang dari pada kata-kata. Bagiku, ibu bukan hanya seorang ibu, tetapi juga sosok yang menggantikan peran ayah dengan penuh tanggung jawab.

Baca Juga :  Dear Nathan di Dunia Nyata: Pentingnya Kesehatan Mental Remaja. Oleh: Kirana Cinta Lestari *)

Ibu adalah bukti bahwa satu orang dapat menjadi segalanya ketika keadaan menuntut demikian. Ibu menjadi kekuatan dalam hidupku, tempat aku belajar tentang arti keteguhan dan cinta tanpa batas. Di balik segala perjuangannya, ibu mengajarkan bahwa keluarga bukan tentang siapa yang lengkap, tetapi tentang siapa yang tetap bertahan dan saling menguatkan. <>
Metro 29 April 2026

*) Gita Aulia Rahmi adalah Mahasiswi Universitas Islam Negri Jurai Siwo Lampung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini