Jauhilah Narkoba Dalam Perspektif Psikologi. Oleh : Maulana Komarudin *)

0

nataragung.id – Metro – Penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dan masyarakat terus meningkat. Banyak yang awalnya hanya coba-coba, tetapi berakhir pada ketergantungan. Dari sudut pandang psikologi,
fenomena ini bukan hanya masalah hukum, tetapi juga menyangkut kondisi mental dan emosional
seseorang.

Narkoba sering dianggap sebagai jalan pelarian dari masalah. Namun dalam perspektif
psikologi, narkoba justru menjadi sumber masalah yang lebih kompleks, terutama pada kesehatan
mental seseorang.

Mahasiswa di Indonesia merupakan generasi penerus bangsa yang krusial, sehingga menjauhi
narkoba adalah keharusan untuk menjaga masa depan yang fokus, sehat, dan produktif.
Berdasarkan data, penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar dan mahasiswa masih cukup tinggi
(sekitar 2,2% populasi menurut BNN 2021), yang berisiko merusak daya ingat, konsentrasi,
prestasi akademik, hingga menyebabkan putus sekolah.

Baca Juga :  Cermin Retak: Kelucuan itu Berakhir Sudah. Oleh : Mukhotib MD *)

Apa Kata Psikologi tentang Narkoba?

Dalam psikologi, narkoba memengaruhi sistem kerja otak, terutama bagian yang mengatur emosi,
motivasi, dan pengambilan keputusan. Zat adiktif dalam narkoba dapat : Memberikan rasa senang
sesaat (euforia), mengganggu keseimbangan emosi, menurunkan kemampuan berpikir rasional, menyebabkan ketergantungan (addiction). Ketika seseorang sudah kecanduan, otaknya “dipaksa”
untuk terus membutuhkan zat tersebut agar merasa normal.

Baca Juga :  Wartawan Harus Tahu Dulu Baru Bertanya. Oleh Muhammad Subhan *)

Dampak Psikologis yang Ditimbulkan.

Pesan Psikolog
“Narkoba bukan solusi dari masalah, tetapi justru menambah masalah baru yang lebih besar,
terutama bagi kesehatan mental.”

Penutup.

Narkoba bukan sekadar masalah hukum atau kesehatan fisik, tetapi juga ancaman serius bagi
kesehatan psikologis. Dampak yang ditimbulkan dapat merusak pikiran, emosi, serta perilaku
seseorang hingga kehilangan arah hidup dan masa depan.
Melalui perspektif psikologi, kita dapat memahami bahwa penyalahgunaan narkoba sering
berawal dari masalah mental, tekanan hidup, atau lingkungan yang tidak mendukung. Oleh karena
itu, upaya pencegahan harus dimulai dari diri sendiri dengan memperkuat mental, memilih
pergaulan yang sehat, serta membangun kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan jiwa.
Mari bersama-sama menjauhi narkoba dan menciptakan generasi yang sehat, kuat, dan berakhlak
baik. Masa depan yang cerah dimulai dari pilihan yang tepat hari ini.

Baca Juga :  OPINI : RESTITUSI BERDUIT Oleh: Dahlan Iskan Minggu 08-12-2024,04:54 WIB

Tagline:
“Hidup sehat tanpa narkoba adalah kunci menuju masa depan yang gemilang, sayangi diri, jaga
pikiran, jauhi narkoba.” []

*) Penulis adalah : Mahasiswa Universitas Islam Negri Jurai Siwo Lampung

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini