Wali Kota Metro Serahkan Dana Pembinaan Peserta MTQ, Dorong Kebangkitan Syiar Al-Qur’an di Kalangan Generasi Muda

0

nataragung.id – Metro – Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyerahkan uang pembinaan secara simbolis kepada sembilan peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di Rumah Dinas Wali Kota Metro, Senin (18/05/2026). Penyerahan tersebut menjadi bentuk perhatian dan dukungan kepada para peserta yang akan mewakili Kota Metro pada MTQ tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026.

Kegiatan itu juga menegaskan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga keuangan, dan lembaga sosial dalam mendukung pembinaan generasi Qur’ani di Kota Metro.

Kepala Bagian Kesra Kota Metro, Abu Mansur Al Maturidi, menjelaskan bahwa dana pembinaan peserta MTQ tahun ini tidak teranggarkan dalam kegiatan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ).


Namun, kebutuhan tersebut dapat terpenuhi berkat dukungan dari sejumlah donatur.
“Kami laporkan acara pemberian dana pemenang bahwa dikarenakan memang dalam anggaran STQ tidak teranggarkan untuk dana pembinaan peserta, kami kemarin sudah dibantu oleh tiga donatur besar,” ujarnya.

Ia menyebutkan, Bank Eka Kota Metro memberikan 20 kartu e-money senilai Rp1 juta per peserta. Selain itu, Baznas dan KSPPS BMT Fajar turut memberikan bantuan uang tunai bagi peserta terpilih.

“Alhamdulillah dari bantuan yang disupport oleh para donatur ini itu pas dengan jumlah peserta yang terpilih,” katanya.

Baca Juga :  2.168 GTK Metro Semarakkan Hardiknas 2026 Lewat Shibori dan Nyeruit

Dari total 84 peserta yang mengikuti seleksi, sebanyak 40 peserta berhasil terjaring untuk mendapatkan pembinaan dan bantuan dengan rinciannya, 20 peserta menerima bantuan e-money dari Bank Eka, 10 peserta menerima bantuan dari Baznas, dan 10 peserta lainnya dari KSPPS BMT Fajar.


Abu Mansur juga mengungkapkan adanya peningkatan jumlah peserta yang direncanakan berangkat ke MTQ tingkat provinsi dibanding tahun sebelumnya.

“Kalau tahun kemarin kita hanya mengirim itu 35. Nah, ini akan lebih banyak insyaallah dari tahun ini, bahkan ini ada rencana dengan teman-teman itu kita akan mencukupi jadi 46 orang,” jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui jumlah peserta yang telah teranggarkan saat ini masih sebanyak 35 orang, menyesuaikan kemampuan anggaran daerah dan evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya.

“Alhamdulillah, insyaallah ini sudah kita jaring secara objektif tadi. Kita berharap ke depan mudah-mudahan bisa menjadi yang terbaik,” tambahnya.


Dalam kesempatan tersebut, Abu Mansur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu pelayanan dan pembinaan peserta MTQ Kota Metro.

Sementara itu, Wali Kota Metro Bambang Iman Santoso menyampaikan terima kasih kepada Bank Eka, Baznas, dan KSPPS BMT Fajar yang telah berkontribusi dalam mendukung para peserta MTQ.

Baca Juga :  Metro, Lampung — Dalam tiga hari aksi kemanusiaan yang intens, 5–7 Desember 2025, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Metro berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp65.967.400 untuk membantu korban bencana beruntun di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Aksi galang dana yang digelar serentak di sejumlah titik strategis Kota Metro ini melibatkan puluhan kader lintas komisariat. Sejak hari pertama, arus dukungan masyarakat begitu deras—mobil, motor, hingga pejalan kaki tampak berhenti memberikan bantuan. Respon cepat masyarakat inilah yang membuat capaian donasi meningkat tajam. Ketua Umum PC PMII Kota Metro, Sahabat M. Luthfi Rafiuddin. A, menyampaikan apresiasi mendalam atas solidaritas warga. “Alhamdulillah, dalam waktu tiga hari kami berhasil menghimpun lebih dari Rp65,9 juta. Ini bukti nyata bahwa warga Metro memiliki kepedulian tinggi. Kami hanya menjadi perantara, sedangkan kemuliaan sesungguhnya datang dari para dermawan yang tergerak hatinya,” ujarnya. Luthfi menegaskan bahwa PMII tidak hanya berhenti pada pengumpulan dana, tetapi memastikan penyaluran dilakukan secara tepat dan transparan. “Bantuan ini langsung kami salurkan melalui pengurus koordinator cabang PMII Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, serta perwakilan OKP dan Pemerintah Kota Metro yang akan turun ke lokasi. Kami ingin memastikan amanah ini benar-benar sampai kepada korban yang membutuhkan,” tambahnya. Koordinator Lapangan aksi, Sahabat Ervan, mengungkapkan bahwa para kader bekerja tanpa kenal lelah. “Setiap hari kami turun dari pagi sampai sore. Hujan sempat turun, tetapi semangat teman-teman tidak pernah reda. Kami merasa bertanggung jawab untuk berbuat sesuatu bagi saudara-saudara kita yang tengah ditimpa musibah,” ucapnya. Dengan terkumpulnya hampir Rp66 juta, aksi PMII Kota Metro ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tetap memegang peran penting sebagai pelopor solidaritas dan agen sosial di tengah masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para korban dan menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan selalu melampaui batas wilayah. (SN)

“Pertama tentunya kami dari pemerintah daerah mengucapkan ribuan banyak terima kasih atas peran serta dan kepedulian dari pihak perbankan oleh Bank Eka Cabang Kota Metro, BMT Fajar dan dari Baznas,” kata Bambang.

Menurutnya, bantuan dana pembinaan tersebut sangat berarti bagi para peserta yang tengah mempersiapkan diri menghadapi MTQ tingkat provinsi tahun 2026.


“Tadi sudah disampaikan bahwasanya untuk dana pembinaan itu, pemerintah daerah tidak menganggarkan, tidak menganggarkan atau tidak ada duitnya,” ungkapnya.

Meski demikian, Bambang menegaskan pemerintah daerah tetap memiliki komitmen untuk memberikan perhatian terbaik kepada generasi Qur’ani di Kota Metro.

Ia menilai MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan bagian dari syiar Islam yang mampu menarik minat generasi muda untuk lebih mencintai Al-Qur’an.

“MTQ ini juga bagian daripada syiar yang sifatnya show. Dan di dalam agama, show itu juga penting untuk menunjukkan ke khalayak ramai,” ujarnya.

Menurut Bambang, perkembangan cabang lomba MTQ saat ini semakin beragam, mulai dari tilawah hingga kaligrafi yang dapat menjadi media syiar positif bagi masyarakat.

Baca Juga :  Rayon Tadris Bahasa Inggris PMII Universitas Ma’arif Lampung Gelar RTAR Ke-XI

“Semuanya itu bisa untuk dijadikan ajang pamer termasuk kaligrafi, pamer itu dalam artian pamer positif,” katanya.

Ia juga mengaku bertekad menghidupkan kembali pelaksanaan MTQ tingkat Kota Metro yang beberapa tahun terakhir belum terlaksana.

“Kalau untuk tahun 2026 ini memang belum bisa, nanti pokoknya tahun 2027 saya tekad mau saya adakan MTQ tingkat kota,” tegasnya.


Bambang juga mengapresiasi semangat para peserta yang tetap berlatih dan berjuang dengan penuh keikhlasan meski keterbatasan anggaran masih terjadi.

“Anak-anak ini juga bergerak dengan keikhlasan. Tetapi mestinya kalau sudah kayak gitu, tinggal kita saja yang mikir apa enggak,” ucapnya.

Ia pun meminta agar ke depan pemerintah daerah dapat mulai mengalokasikan dana pembinaan secara langsung kepada peserta MTQ, meskipun sudah ada bantuan dari pihak luar.

“Kalaupun misalkan tadi sudah dibantu dari bank, dari Baznas, dari BMT, ya paling tidak tetap dikasih dana pembinaan dari pemerintah,” pungkasnya.
(*/SMh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini