Metro Jadi Percontohan Nasional, Wali Kota Sambut Digitalisasi Bansos Demi Transparansi dan Tepat Sasaran

0

nataragung.id – Metro – Wali Kota Metro, Bambang Iman Santoso, menyambut baik kunjungan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Ditjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia dalam rangka mendukung perluasan digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos) agar semakin transparan, aman, dan tepat sasaran bagi masyarakat.

Audiensi yang berlangsung di ruang kerja Wali Kota Metro, Rabu (20/05/2026), menjadi momentum penting bagi Kota Metro yang resmi terpilih sebagai salah satu daerah percontohan nasional dalam program perluasan digitalisasi bansos.

Terpilihnya Kota Metro tidak lepas dari kesiapan infrastruktur digital serta komitmen pemerintah daerah dalam membangun tata kelola pemerintahan yang modern, akuntabel, dan berbasis pelayanan masyarakat.

Baca Juga :  Pemkot Metro Serahkan Bentor untuk Pesantren Bank Sampah Banjarsari, Dorong Gerakan “Malu Buang Sampah Sembarangan”


Direktur Integrasi Data Kependudukan Nasional (IDKN) Ditjen Dukcapil Kemendagri, Ningrum, menjelaskan bahwa audiensi tersebut dilakukan untuk memastikan program perlindungan sosial (Perlinsos) dapat berjalan optimal di Kota Metro.

“Kota Metro menjadi salah satu daerah dalam perluasan digitalisasi program bansos dari 42 kabupaten/kota yang dikembangkan, yang sebelumnya diawali oleh Kabupaten Banyuwangi. Karena itu kami perlu bertemu langsung dengan Wali Kota dan jajaran untuk memastikan komitmen daerah demi keberhasilan program ini ke depan,” ujarnya.

Menurut Ningrum, keberhasilan program digitalisasi bansos membutuhkan dukungan lintas sektor, mulai dari Dinas Sosial hingga Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Kominfotik). Hal tersebut terutama berkaitan dengan penguatan jaringan aplikasi dan pengaktifan Identitas Kependudukan Digital (IKD) agar pelayanan dapat berjalan maksimal.

Baca Juga :  Kriminalitas dan Keamanan Anak: Horor di Balik Dinding Daycare Little Aresha Jogja. Penulis: Fadila Isnanovianti, Mahasiswa Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung


“Tujuannya agar masyarakat memiliki pemahaman yang sama bahwa program ini hadir untuk membantu masyarakat, sekaligus memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.

Ia juga memberikan apresiasi atas komitmen kuat yang ditunjukkan Wali Kota Metro dalam mendukung transformasi digital pelayanan publik tersebut. Menurutnya, komitmen kepala daerah menjadi salah satu indikator utama dalam penentuan daerah percontohan nasional.

“Respons Wali Kota Metro sangat baik. Sejak awal beliau sudah menunjukkan komitmen yang kuat sehingga Kota Metro terpilih menjalankan program ini. Kami juga senang karena Bank Indonesia dan pihak terkait lainnya turut hadir sehingga program ini dapat diawasi bersama demi memastikan keberhasilannya,” katanya.

Baca Juga :  Antara Cinta, Keyakinan, Dan Pendidikan: Refleksi Lagu “Mangu” Di Dunia Mahasiswa. Oleh: Zahra Ayu Safitri *)


Melalui program ini, pemerintah berharap digitalisasi penyaluran bantuan sosial dapat menghadirkan sistem yang lebih efektif, transparan, dan akurat sehingga manfaat bantuan benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

Ningrum pun berharap program percontohan perlindungan sosial di 42 kabupaten/kota tersebut dapat berjalan sukses dan berkelanjutan demi mendukung kesejahteraan masyarakat di masa mendatang. (*/SMh)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini