nataragung.id – Sidomulyo – Momentum Hari Raya Idul Adha kembali menjadi potret nyata kuatnya gotong royong di tengah masyarakat. Hal ini terlihat dalam pelaksanaan penyembelihan hewan kurban di Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (27/5/2026).

Berdasarkan data dari Pemerintah Desa Seloretno, kesadaran berkurban warga tahun ini cukup tinggi. Kepala Desa Seloretno, Achmad Subari, merinci total hewan kurban di wilayahnya mencapai 18 ekor sapi dan 43 ekor kambing. Sebarannya sebagai berikut:
Dusun Sidorukun: 4 sapi, 16 kambing
Dusun Banjar Sari: 3 sapi, 5 kambing
Dusun Kampung Duren: 3 sapi, 7 kambing
Dusun Way Pelus: 2 sapi, 1 kambing
Dusun Mustika Raya 1: 2 sapi, 11 kambing
Dusun Mustika Raya 2: 4 sapi, 3 kambing

Ada pemandangan menarik di Dusun Kampung Duren. Proses penyembelihan yang dipusatkan di lingkungan Masjid Al-Barokah sengaja dilakukan di luar area utama masjid. Langkah ini diambil takmir untuk menjaga kesucian, kebersihan, dan keasrian rumah ibadah pasca-kegiatan.
Model kepanitiaan di dusun ini juga dibuat terbuka. Takmir tidak membatasi jumlah panitia, melainkan membebaskan warga untuk ikut memotong hingga mengemas daging kurban.
Kepala Dusun Kampung Duren, Abdullah, menyebut tradisi gotong royong massal ini sudah berjalan turun-temurun.
“Alhamdulillah partisipasi warga tahun ini sangat baik. Rukun guyub masih terjaga. Dari yang sepuh sampai anak muda kumpul seperti biasanya setiap tahun,” ujar Abdullah di lokasi penyembelihan, Rabu (27/5/2026).

Keterlibatan lintas generasi terlihat jelas. Orang tua memimpin proses teknis, pemuda bergerak mendistribusikan daging, sementara anak-anak menyaksikan sebagai bentuk edukasi kultural sejak dini.
Untuk menjaga martabat penerima dan memastikan keadilan, takmir menerapkan sistem distribusi kombinasi. Warga yang memegang kupon bisa mengambil langsung ke lokasi. Bagi lansia atau warga yang berhalangan hadir, panitia mengantarkan langsung ke rumah secara door to door.
Menutup kegiatan, warga menggelar tradisi mayor atau makan bersama. Tradisi ini menjadi ruang refleksi, di mana lelah melebur menjadi tawa dan rasa syukur.
Takmir Masjid Al-Barokah, Jumangin dan Jamsari, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan para mudhohi dan kekompakan warga.
“Kami berharap tahun depan jumlah hewan kurban dan kualitas kebersamaan ini bisa lebih meningkat lagi,” kata mereka. (edi’s)

