nataragung.id – Solo – Mantan Presiden RI Joko Widodo dipastikan akan melakukan kunjungan ke Provinsi Lampung selama tiga sampai empat hari pada akhir Juni 2026 mendatang.
Kepastian itu didapat setelah Ketua Umum Barisan Rakyat Nusantara (BRN), Relly Reagen, bersama Dewan Pembina BRN, Bustami Zainudin, tokoh masyarakat Lampung, Andi Achmad Sampurnajaya dan Nizwar Afandi, serta beberapa lainnya bertemu Jokowi di kediamannya, Solo, Jawa Tengah, Kamis (28/5/2026) kemarin.

Pada pertemuan penuh suasana kekeluargaan sejak pukul 11.00 hingga 12.30 WIB itu, menurut Relly Reagen, pihaknya menyerahkan rancangan acara yang akan dihadiri Jokowi.
Apa saja agenda Jokowi selama kunjungannya ke Lampung? “Intinya beliau bersilaturahmi dengan berbagai kalangan. Utamanya ya bertemu masyarakat, sekaligus bernostalgia,” kata Pembina BRN, Bustami Zainudin, Jum’at (29/5/2026) pagi.
Bustami yang juga anggota DPD RI menjelaskan rancangan agenda yang akan dilakukan Jokowi selama di Lampung. Yaitu:
Hari pertama: Melakukan silaturahmi dengan tokoh masyarakat dan tokoh adat di Lampung Tengah. Dilanjutkan mengunjungi salah satu pondok pesantren dan Solat Jum’at di Masjid Istiqlal Bandarjaya. Petang harinya, bertemu dengan masyarakat di Kota Gajah.
Hari kedua: Menghadiri karnaval dan seni budaya di Kota Bandarlampung. Dilanjutkan dengan silaturahmi kepada tokoh masyarakat dan tokoh adat. Diagendakan datang ke Museum Kedatuan Kagungan – kediaman Mawardi Harirama – di Kota Sepang. Seusainya menuju Museum Transmigrasi di Gedong Tataan, Pesawaran, sekaligus bertemu masyarakat. Bila waktunya masih memungkinkan, Jokowi akan ke Pringsewu. Bersilaturahmi dengan warga masyarakat setempat.
Hari ketiga: Berkunjung ke salah satu pondok pesantren di Lampung Timur. Dilanjutkan ke Taman Purbakala Pugung Raharjo, dan bertemu dengan masyarakat petani.
Menurut Bustami, kedatangan Jokowi ke Lampung nanti merupakan kunjungan balasan. Karena selama ini cukup banyak masyarakat Provinsi Lampung yang datang ke Solo.
“Warga Lampung yang datang ke Solo untuk silaturahmi dengan Pak Jokowi cukup banyak. Dan mereka minta agar beliau bisa berkunjung ke Lampung, agar lebih banyak masyarakat yang dapat bertemu langsung,” kata Bustami seraya menambahkan keberadaan BRN hanya memfasilitasi kehadiran Jokowi ke Lampung.
Sementara Ketua Umum BRN, Relly Reagen, menegaskan bahwa kunjungan Jokowi nanti murni silaturahmi dan untuk PSI, bukan terkait dengan Gibran.
“Kunjungan pak Jokowi ke Lampung nanti itu murni PSI dan silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat. Tidak ada kaitannya dengan Gibran,” ucap dia. (kgm-1/SMh)

