Mutiara Pagi : Thawaf yang Tak Pernah Berhenti – Pelajaran Tentang Istiqamah dalam Ketaatan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Di Masjidil Haram, manusia datang dari berbagai penjuru dunia. Siang dan malam, tua dan muda, laki-laki dan perempuan, semuanya bergerak mengelilingi Ka’bah dalam thawaf yang seakan tidak pernah berhenti. Putaran demi putaran terus berlangsung tanpa henti, kecuali ketika adzan berkumandang dan shalat wajib ditegakkan. Saat itu seluruh manusia berhenti, berdiri dalam satu shaf menghadap Allah Subḥanahu wata’ala

Pemandangan ini mengandung pelajaran besar:
bahwa ketaatan kepada Allah tidak boleh berhenti selama hayat masih dikandung badan. Seorang mukmin tidak hanya taat pada musim tertentu, di tempat tertentu, atau ketika suasana hatinya baik. Tetapi ia terus berjalan menuju Allah hingga akhir hayatnya.

Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Naiknya Kata yang Baik. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

“Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan (ajal).” (QS. Al-Ḥijr: 99)

Ayat ini mengajarkan bahwa ibadah tidak mengenal kata pensiun. Selama nafas masih ada, selama jantung masih berdetak, maka kewajiban taat kepada Allah tetap berjalan.

Allah juga berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kalian mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali ‘Imran: 102)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam juga bersabda:

أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan terus-menerus meskipun sedikit.” (HR. Sahih al-Bukhari dan Sahih Muslim)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Nikmat yang Sering Terlupa: Masih Bernapas Setiap Pagi. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Hadits ini menunjukkan bahwa istiqamah lebih dicintai Allah daripada semangat sesaat yang kemudian terputus. Banyak orang mampu beribadah dengan semangat tinggi beberapa hari, namun sedikit yang mampu menjaga amal secara terus-menerus.

Thawaf di sekitar Ka‘bah menjadi simbol kehidupan seorang mukmin. Ia terus bergerak dalam ketaatan. Bila lelah, ia beristirahat sejenak, namun tidak meninggalkan jalan menuju Allah. Bila jatuh dalam dosa, ia segera bangkit dengan taubat. Bila futur menghampiri, ia kembali mengingat tujuan hidupnya: mencari ridha Allah Subḥanahu wata’ala

Bahkan para malaikat pun senantiasa beribadah tanpa henti. Allah berfirman:

يُسَبِّحُونَ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُونَ

“Mereka bertasbih malam dan siang tanpa henti-hentinya.” (QS. Al-Anbiya’: 20)

Maka seorang mukmin hendaknya belajar dari thawaf di Masjidil Haram:
jangan pernah berhenti dalam ketaatan. Jangan hanya rajin beribadah saat Ramadhan, saat berada di tanah suci, atau ketika sedang diuji. Jadikan ibadah sebagai nafas kehidupan.

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Jangan Tunggu Sempurna, Berani Memulai Dari Yang Ada. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Teruslah shalat, teruslah membaca Al-Qur’an, teruslah berbuat baik, teruslah berdzikir dan bertaubat, hingga kelak Allah memanggil kita dalam keadaan husnul khatimah.

Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang istiqamah sampai akhir hayat. Aamiin. (*/258).
WaAllahu A’lam

_____
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

🖋️ Komiruddin Lc
☀️ Shobahul Khair
📚 Mutiara Pagi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini