Mutiara Pagi : Harga Naik dan Pelajaran Tauhid Dari Rasulullah shalallahu alaihi wasallam. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Dalam kehidupan manusia, naik turunnya harga kebutuhan pokok bukanlah sesuatu yang baru. Jauh sebelum para ekonom modern berbicara tentang inflasi, kelangkaan barang, dan mekanisme pasar, peristiwa serupa telah terjadi pada masa Rasulullah shalallahu alaihi wasallam.

Suatu ketika, harga-harga barang di Madinah mengalami kenaikan. Sebagian riwayat menjelaskan bahwa hal itu terjadi karena berkurangnya barang dan kondisi yang memengaruhi pasokan di tengah masyarakat. Para sahabat yang merasakan beratnya keadaan datang menghadap Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan meminta beliau menetapkan harga agar menjadi lebih murah.

Mereka berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ، غَلَا السِّعْرُ فَسَعِّرْ لَنَا

“Wahai Rasulullah, harga-harga telah naik, maka tetapkanlah harga untuk kami.”

Namun Rasulullah shalallahu alaihi wasallam memberikan jawaban yang mengandung pelajaran besar tentang tauhid, keadilan, dan keyakinan kepada takdir Allah. Beliau bersabda:

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمُسَعِّرُ، الْقَابِضُ، الْبَاسِطُ، الرَّازِقُ

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Kekayaan yang Tak Terlihat. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

“Sesungguhnya Allah-lah Yang Menentukan Harga, Yang Menyempitkan, Yang Melapangkan, dan Yang Memberi Rezeki.” (HR. Abu Dawud no. 3451, At-Tirmidzi no. 1314, Ibnu Majah no. 2200; dinyatakan sahih oleh Al-Albani)

Dalam riwayat yang sama beliau melanjutkan:

وَإِنِّي لَأَرْجُو أَنْ أَلْقَى اللَّهَ وَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْكُمْ يُطَالِبُنِي بِمَظْلِمَةٍ فِي دَمٍ وَلَا مَالٍ

“Aku berharap bertemu Allah dalam keadaan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntutku karena kezaliman dalam darah maupun harta.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Hadits ini tidak berarti manusia tidak boleh berusaha mengatasi kesulitan ekonomi. Namun Rasulullah shalallahu alaihi wasallam mengajarkan bahwa di balik seluruh sebab-sebab duniawi, ada kehendak Allah yang mengatur alam semesta. Kelapangan rezeki dan kesempitan hidup semuanya berada dalam kekuasaan-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:

وَإِنْ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا عِنْدَنَا خَزَائِنُهُ وَمَا نُنَزِّلُهُ إِلَّا بِقَدَرٍ مَعْلُومٍ

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Tenanglah, Allah Tidak Pernah Menyia-nyiakan Hamba-Nya. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

“Dan tidak ada sesuatu pun melainkan pada sisi Kami-lah khazanahnya, dan Kami tidak menurunkannya melainkan dengan ukuran yang tertentu.” (QS. Al-Hijr: 21)

Allah juga berfirman:

اللَّهُ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ

“Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya.” (QS. Ar-Ra’d: 26)

Ketika harga naik, seorang mukmin tidak hanya melihat angka di pasar, tetapi juga melihat hikmah dan takdir Allah di baliknya. Ia tetap berikhtiar mencari nafkah yang halal, menghemat pengeluaran, membantu sesama yang kesulitan, serta memperbanyak doa dan tawakal kepada Allah.

Karena sejatinya, rezeki tidak ditentukan oleh murah atau mahalnya harga semata, tetapi oleh keberkahan yang Allah letakkan pada harta tersebut.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا يُرْزَقُ الطَّيْرُ

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia berangkat pagi dalam keadaan lapar dan pulang sore dalam keadaan kenyang.” (HR. At-Tirmidzi no. 2344, sahih)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Allah Tidak Menghendaki Azab, Tetapi Syukur dan Iman. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Maka ketika harga-harga melonjak dan keadaan terasa sempit, jangan sampai hati kehilangan keyakinan kepada Allah. Sebab Dzat yang mengatur harga adalah Dzat yang sama yang menjamin rezeki seluruh makhluk-Nya.

“Harga bisa naik dan turun, pasar bisa berubah, tetapi Allah tetap Ar-Razzaq. Barang mungkin langka, namun rahmat Allah tidak pernah langka. Rezeki mungkin tertunda, tetapi tidak akan tertukar.” (*/264)
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
📚 Mutiara Pagi

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini