Mutiara Pagi : Mengurusi Harta Orang Lain. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id Pemanggilan – Ada orang yang hidupnya habis untuk menghitung kekayaan orang lain. Pagi melihat siapa yang membeli mobil baru, siang memperhatikan siapa yang membangun rumah megah, malam memikirkan siapa yang usahanya semakin maju.

Yang punya harta tidur nyenyak menikmati rezeki yang Allah titipkan kepadanya, sementara ia justru gelisah memikirkan sesuatu yang bukan miliknya. Yang memiliki uang merasa bahagia, sedangkan dirinya sibuk menanggung beban yang tidak pernah Allah wajibkan untuk dipikul.

Betapa banyak hati yang lelah bukan karena kemiskinan, tetapi karena terlalu sering menoleh ke piring orang lain. Betapa banyak jiwa yang kehilangan syukur bukan karena kurang nikmat, tetapi karena terus membandingkan apa yang ada di tangannya dengan apa yang ada di tangan saudaranya.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Adat sebagai Penopang Keadilan dalam Muamalah. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Allah Ta’ala mengingatkan:

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا

“Janganlah engkau tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka sebagai bunga kehidupan dunia.” (QS. Thaha: 131)

Harta orang lain tidak akan menambah rezekimu. Kedudukan orang lain tidak akan mengurangi bagianmu. Apa yang Allah tetapkan untukmu tidak akan tertukar, dan apa yang bukan milikmu tidak akan pernah menjadi milikmu.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Semua Pasti Berakhir. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلُ مِنْكُمْ، وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ

“Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan jangan melihat orang yang berada di atas kalian.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hidup akan terasa lebih ringan ketika kita sibuk memperbaiki diri daripada mengawasi kehidupan orang lain. Hati akan lebih tenang ketika kita mensyukuri apa yang ada daripada menghitung apa yang tidak kita punya.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Kemuliaan Jiwa Seorang Mukmin. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Karena kebahagiaan bukan terletak pada banyaknya harta yang dilihat, tetapi pada hati yang ridha terhadap pembagian Allah. Dan sering kali, orang yang paling kaya bukanlah yang paling banyak hartanya, melainkan yang paling sedikit iri terhadap milik sesamanya. (*/267)
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
📚 Mutiara Pagi

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini