nataragung.id – Pemanggilan – Kehidupan ini bagaikan sebuah buku yang terus kita baca lembar demi lembar. Ada halaman yang penuh kebahagiaan, ada pula halaman yang dipenuhi ujian, air mata, dan kekecewaan.
Tidak sedikit orang yang menyerah ketika menghadapi kesulitan. Baru beberapa halaman kehidupan dilalui, mereka telah menyimpulkan bahwa masa depan mereka gelap dan tidak ada lagi harapan.
Padahal, bisa jadi kebahagiaan itu sedang menunggu di halaman berikutnya. Dikesempatan hari Jum’at ini judul Khutbah adalah: “Harapan di Halaman Berikutnya – Jangan Berputus Asa Dari Rahmat Allah.”
KHUTBAH PERTAMA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Amma ba‘du.
Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah,
Khatib berwasiat kepada diri sendiri dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subḥanahu wata’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:
﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ ﴾
Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha ḥaqqa tuqātihī wa lā tamūtunna illā wa antum muslimūn.
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.” (QS. Ali ‘Imran: 102)
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,
Kehidupan ini bagaikan sebuah buku yang terus kita baca lembar demi lembar. Ada halaman yang penuh kebahagiaan, ada pula halaman yang dipenuhi ujian, air mata, dan kekecewaan.
Tidak sedikit orang yang menyerah ketika menghadapi kesulitan. Baru beberapa halaman kehidupan dilalui, mereka telah menyimpulkan bahwa masa depan mereka gelap dan tidak ada lagi harapan.
Padahal, bisa jadi kebahagiaan itu sedang menunggu di halaman berikutnya.
Allah Subḥanahu wata’ala melarang hamba-Nya berputus asa dari rahmat-Nya. Allah berfirman:
﴿ قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ ﴾
Qul yā ‘ibādiyallażīna asrafū ‘alā anfusihim lā taqnaṭū mir raḥmatillāh, innallāha yaghfiruż-żunūba jamī‘ā, innahū huwal-ghafūrur-raḥīm.
“Katakanlah, ‘Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'” (QS. Az-Zumar: 53)
Ayat ini menunjukkan bahwa sebesar apa pun dosa, seberat apa pun ujian, dan sesulit apa pun keadaan yang kita hadapi, pintu harapan selalu terbuka.
Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah,
Dalam kehidupan, terkadang kita diuji dengan kesempitan rezeki, sakit yang berkepanjangan, kegagalan dalam usaha, konflik rumah tangga, atau kehilangan orang-orang yang kita cintai.
Ketika ujian datang bertubi-tubi, setan akan membisikkan keputusasaan ke dalam hati kita.
Namun seorang mukmin yakin bahwa setiap kesulitan pasti diiringi kemudahan.
Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:
﴿ فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ﴾
Fa inna ma‘al-‘usri yusrā. Inna ma‘al-‘usri yusrā.
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Asy-Syarḥ: 5–6)
Perhatikanlah, Allah tidak mengatakan “setelah kesulitan ada kemudahan”, tetapi “bersama kesulitan ada kemudahan”. Artinya, di saat ujian itu berlangsung, Allah telah menyiapkan jalan keluarnya.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
« وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ، وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ، وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا »
Wa‘lam anna an-naṣra ma‘aṣ-ṣabr, wa anna al-faraja ma‘al-karb, wa anna ma‘al-‘usri yusrā.
“Ketahuilah bahwa pertolongan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bersama kesulitan ada kemudahan.” (HR. Ahmad)
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Janganlah kita menutup buku kehidupan sebelum selesai membacanya.
Jangan menyerah karena kegagalan hari ini. Jangan putus asa karena doa kita belum terkabul. Jangan berhenti berusaha karena hasil belum terlihat.
Teruslah berdoa, teruslah berikhtiar, dan teruslah berbaik sangka kepada Allah.
Sebab, selama kita masih diberi kesempatan untuk hidup, berarti Allah masih memberi kita kesempatan untuk memperbaiki diri dan meraih harapan.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
« عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ »
‘Ajaban li amril-mu’min, inna amrahu kullahu khair.
“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Sesungguhnya seluruh urusannya adalah baik baginya.” (HR. Muslim)
Jika mendapat nikmat, ia bersyukur, dan itu baik baginya. Jika ditimpa musibah, ia bersabar, dan itu pun baik baginya.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang selalu berharap kepada rahmat-Nya, bersabar dalam ujian, dan istiqamah dalam ketaatan.
Demikianlah Khutbah hari ini, semoga bermanfaat bagi kita semua. Aamiin ya Rabbal Aalamiin
أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah,
Marilah kita senantiasa memperkuat keyakinan bahwa rahmat Allah lebih luas daripada segala kesulitan yang kita hadapi.
Jangan pernah meremehkan doa, karena doa adalah senjata orang beriman. Jangan pernah berhenti berikhtiar, karena Allah memerintahkan kita untuk berusaha. Dan jangan pernah berputus asa, karena keputusasaan bukanlah sifat seorang mukmin.
Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:
﴿ وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ﴾
Wa may yattaqillāha yaj‘al lahū makhrajā. Wa yarzuqhu min ḥaiṡu lā yaḥtasib.
“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan membukakan jalan keluar baginya, dan Dia akan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” (QS. Aṭ-Ṭalāq: 2–3)
Marilah kita perbanyak istigfar, perkuat sabar, dan perbaiki hubungan kita dengan Allah.
Semoga Allah mengangkat segala kesulitan kaum muslimin, memberikan kesembuhan bagi yang sakit, melapangkan rezeki kita, serta menguatkan hati kita dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِي هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِي فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِي إِلَيْهَا مَعَادُنَا.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.
فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

