nataragung.id – Kalianda – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menyambut baik rencana pelaksanaan Program Bina Desa yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Lampung (Polinela).
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam mendukung pengembangan potensi desa, pemberdayaan masyarakat, sekaligus memperkuat sektor pariwisata di Kabupaten Lampung Selatan.
Komitmen itu disampaikan saat audiensi jajaran BEM Polinela dengan Pemkab Lampung Selatan yang berlangsung di Ruang Rapat Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, Rabu (22/7/2026).
Audiensi diterima Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, Muhamad Darmawan, didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Martoni Sani, bersama perwakilan perangkat daerah terkait.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Mahasiswa BEM Polinela, Alifia Safitri, memaparkan rencana Program Bina Desa yang semula diarahkan ke Pulau Sebuku. Program itu dirancang untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mengembangkan potensi wisata dan perekonomian masyarakat di wilayah sasaran.
“Kami ingin berkonsultasi apakah Pulau Sebuku layak menjadi lokasi Program Bina Desa. Harapannya, kami bisa ikut membantu mengembangkan potensi yang ada di sana, terutama sektor pariwisata dan pemberdayaan masyarakat,” ujar Alifia.
Menanggapi hal tersebut, Muhamad Darmawan mengapresiasi inisiatif mahasiswa Polinela yang ingin berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, keterlibatan perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian masyarakat merupakan bentuk kolaborasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi desa.

Meski demikian, Darmawan mengingatkan agar penentuan lokasi kegiatan dilakukan secara matang dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari kondisi geografis, administrasi wilayah, aksesibilitas, hingga faktor keselamatan. Hal itu penting mengingat aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada pada Status Level III (Siaga).
“Prinsipnya kami menyambut baik. Program adik-adik ini sangat bagus. Namun, jika memilih Pulau Sebuku, perlu dipertimbangkan kembali aspek teknis, administrasi, aksesibilitas, serta kondisi cuaca dan aktivitas Gunung Anak Krakatau agar pelaksanaannya benar-benar aman dan efektif,” kata Darmawan.
Lebih lanjut, Darmawan mengajak BEM Polinela untuk menyelaraskan Program Bina Desa dengan Gerakan Bersama HELAU, program unggulan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang mendorong terwujudnya desa yang hijau, elok, lestari, aman, dan unggul.
Menurutnya, keselarasan program tersebut akan memperkuat upaya pengembangan desa berbasis potensi lokal sekaligus mempercepat terwujudnya desa wisata yang berdaya saing.
“Program yang direncanakan adik-adik sangat sejalan dengan Gerakan Bersama HELAU yang saat ini sedang kami galakkan di seluruh desa di Kabupaten Lampung Selatan. Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan desa wisata,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkab Lampung Selatan membuka ruang koordinasi lanjutan bersama BEM Polinela untuk menentukan lokasi terbaik serta menyusun teknis pelaksanaan Program Bina Desa. Langkah tersebut diharapkan mampu memastikan program berjalan optimal, tepat sasaran, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan pembangunan desa di Kabupaten Lampung Selatan. (mara-kmf)

