nataragung.id – Magelang – Manusia hidup akan tenang dan bahagia manakala memenuhi dua macam undangan selama menjalani kehidupan di dunia.
Hal itu disampaikan KH. Kasbun di hadapan para jemaah Majelis Tauhid (MaTa) di Kompleks PAUD Pandan Wangi Secang Magelang, Sabtu, 25 Juli 2026.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kajian Islam Setiap Sabtu (KISS) dengan Komunitas Pertolongan Allah (PPA) Magelang.
Menurut Kasbun, dua undangan itu berasal dari Allah SWT dan undangan dari Nabi Muhammad SAW. Undangan dari Allah berupa perintah dari Allah, seperti menjalankan rukun Islam yang lima.
“Ketika mendengar azan, itu panggilan dari Allah. Kita harus segera hadir. Diingatkan Allah salat lebih baik ketimbang tidur, eh kita malah mlungker,” katanya.
Semua rukun Islam harus dipenuhi karena itu panggilannya. Orang yang menjalankan rukun Islam tetapi tidak menunaikan salat itu ibarat kuda penarik dokar.
“Pakai kaca mata, pakai ikat pinggang, pakai kalung, tetapi tidak pakai celana,” ujarnya
Kasbun menjelaskan manakala salat seseorang itu bagus, maka amal lainnya akan baik semua. Ketika merasa salat itu belum bagus perbaikannya bisa dengan salat berjamaah.
Dalam salat berjamaah, katanya, jika makmum kurang sempurna salatnya, tetapi imamnya sempurna maka akan bagus salatnya. Sebaliknya, ketika imam kurang bagus, dan salah seorang makmum ada yang bagus salat itu akan baik bagi semuanya.
Kedua, undangannya dari Rasulullah dengan menjalankan sunah-sunahnya, baik yang berupa tindakan, ucapan atau kesaksian.
Misalnya, karena Nabi melakukan salat tahajud, kita menjalankannya juga, dan bentuk ibadah lainnya. Muslim mesti selalu berusaha untuk menjalankan sunah Rasul.
“Dengan menjalankannya kita akan bisa mendapatkan syafaat dari Nabi SAW,” ungkapnya
Kunci hidup bahagia dan mulia kata Kasbun dengan memenuhi undangan Allah dan Rasul-Nya.
Bahagia itu karena dalam hidup kita mendapatkan berbagai nikmat, misalnya nikmat uang, kendaraan, kesehatan, dan nikmat lainnya.
Dengan nikmat-nikmat itu, seorang muslim harus bersyukur. Manifestasi syukur bisa dalam bentuk lisan dengan mengucapkan rasa syukur, dengan anggota badan melakukan tindakan, dan dengan hati selalu ingat Allah.
“Orang yang banyak syukur Allah akan menambahkan nikmat yang lebih banyak lagi,” katanya
Selain mendapatkan nikmat yang harus disyukuri, kata Kasbun umat Islam juga mendapatkan cobaan dari Allah SWT.
Dalam menghadapi cobaan orang harus bersabar terhadap cobaan itu. Misalnya, cobaan rasa takut, hidup selalu khawatir, enggak berani mengambil keputusan.
Cobaan juga berupa rasa lapar dan sakit yang terus menerus atau anggota keluarga bergantian mengalami sakit.
Selain itu ada juga cobaan dengan dikurangi pendapatannya. “Bagi petani, mengalami gagal panen karena tanaman padinya diserang wereng,” katanya
Kasbun mengatakan untuk bisa bersyukur atas nikmat Allah dengan cara tidak memandang ke atas, tetapi melihat yang sederajat atau yang lebih sedikit nikmatnya.
Sedangkan untuk bisa bersabar, seseorang harus melihat nikmat Allah yang pernah dianugerahkan kepadanya. (MMD).
Keterangan Foto: KH. Kasbun/Foto: Mukhotib MD.

