MUTIARA PAGI : Kebaikan yang Menghapus Dosa. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Natar – Ada rahasia indah yang Allah titipkan di balik perintah shalat.
Ia bukan sekadar gerakan tubuh, bukan pula sekadar bacaan yang berulang. Shalat adalah cahaya yang menyapu gelapnya dosa, air sejuk yang membasuh noda yang melekat di jiwa.

Allah berfirman:

{ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَيِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفٗا مِّنَ ٱلَّيۡلِۚ إِنَّ ٱلۡحَسَنَٰتِ يُذۡهِبۡنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِۚ ذَٰلِكَ ذِكۡرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ }

“Dan laksanakanlah salat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).” (QS. Hud: 114)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Jangan Sekali-kali Masuk ke Masalah yang Tak Engkau Pahami Jalan Keluarnya. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Betapa lembut kasih Allah, membuka pintu taubat dan pengampunan, bukan hanya lewat istighfar, tapi juga melalui amal-amal shalih yang menghadirkan cahaya.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda:

“اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ”

“Bertakwalah kepada Allah di mana pun engkau berada. Ikutilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan itu akan menghapusnya. Dan bergaullah dengan manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)

Baca Juga :  RAMADHANI MUBARAK (15) : Menghidupkan Malam dengan Qiyamul Lail. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Maka jangan pernah berputus asa, sebab dosa yang menghitamkan jiwa dapat dipadamkan dengan kebaikan. Shalat yang khusyuk, sedekah yang tulus, senyum yang ikhlas, semuanya adalah lentera yang menghapus jejak kelam.

Wahai jiwa yang letih, ingatlah… setiap kali engkau jatuh dalam kesalahan, Allah membukakan jalan untuk bangkit, dengan menukar gelap dengan cahaya, dengan mengganti noda dengan kebaikan.

Baca Juga :  RAMADHAN MUBARAK : Puasa - Menundukkan Nafsu, Menguatkan Jiwa. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Itulah kasih-Nya,
yang senantiasa memanggilmu untuk kembali. (65).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Syura DDII Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini