nataragung.id – Natar – Dalam riuhnya hari dan derasnya perubahan, kita perlahan memahami bahwa tak ada duka yang abadi, sebagaimana tak ada malam yang menolak fajar.
Setiap luka menyimpan hikmah, setiap kehilangan membawa arah. Apa yang telah pergi bukanlah sia-sia, ia adalah madrasah bagi hati yang belajar untuk ridha.
Maka berjalanlah dengan penuh keyakinan, bahwa rahmat Allah meliputi segala sempitmu, dan kelembutan-Nya telah menunggu di balik segala yang kau sabari.
Jangan takut pada hari-hari yang belum datang, sebab di setiap detik yang terasa berat, ada takdir yang sedang menyiapkan bahagiamu.
اللهم اجعل أصعب أيامنا ما فات، وأجملها ما سوف يأتي يا الله
Ya Allah, jadikanlah hari-hari tersulit kami hanyalah yang telah berlalu, dan hari-hari terindah kami adalah yang akan datang… (89).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

