nataragung.id – Natar – Ketika dunia terasa sempit dan langkah terasa berat,
jadilah seperti air, lembut, menenangkan,
mengalir di antara batu-batu ujian tanpa kehilangan arah.
Sebab kelembutan bukanlah kelemahan,
melainkan kekuatan hati yang percaya bahwa setiap sempit
pasti bermuara pada kelapangan yang dijanjikan Allah.
Dan ketika kegelapan datang menutupi pandangan,
jadilah seperti cahaya, tegas menembus bayang,
membawa harapan di tengah gulita kehidupan.
Sebab setiap cahaya kecil yang menyala dalam iman,
lebih berharga dari ribuan lentera yang padam oleh keraguan.
Bangkitlah setelah terjatuh,
bukan karena ingin terlihat besar,
tetapi karena ruhmu masih muda dalam harapan,
masih hidup dalam janji Rabb-mu
bahwa tiada luka yang sia-sia bagi yang sabar.
Tanamlah benih keyakinan di dalam hatimu,
siramilah dengan doa dan harapan,
karena iman itu tumbuh paling indah
justru di tanah yang gersang oleh ujian.
Percayalah,
cahaya Allah tidak pernah benar-benar padam,
ia hanya bersembunyi sejenak,
menunggu hati yang sabar untuk kembali menemukannya
di sela-sela sujud, di antara butir air mata,
dan di dalam tenangnya keyakinan.
Shobahul Khair, Selamat pagi, semoga hari ini menjadi awal dari cahaya baru dalam jiwamu. (90)
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

