Menghidupkan Semangat Pahlawan 10 November. Oleh : Gunawan Handoko *)

0

nataragung.id – Bandar Lampung – DI ERA SEKARANG, semangat Hari Pahlawan masih sangat penting untuk digelorakan demi membangkitkan kesadaran nasionalisme dan cinta tanah air. Kepahlawanan tidak hanya tentang aksi heroik di medan perang sebagaimana yang terjadi di Surabaya pada 10 November 1945. Pahlawan hari ini adalah mereka yang senantiasa hadir ditengah-tengah masyarakat, bergerak dalam kesunyian tanpa sorotan dan publikasi, tetapi memiliki komitmen kuat dalam setiap langkah perjuangan dan tidak gentar menghadapi tantangan. Boleh jadi mereka tenaga kesehatan, apakah dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya yang berjuang menyelamatkan nyawa manusia dan memberikan perawatan kepada pasien, terutama di tengah pendemi atau situasi darurat. Atau para dosen, guru dan pendidik yang berdedikasi mendidik dan membimbing generasi muda, membentuk karakter dan mencerdaskan anak bangsa. Atau mereka yang mengawali hari-harinya dengan bekerja keras mengangkut sampah dan membersihkan lingkungan, memastikan masyarakat hidup di lingkungan yang sehat dan nyaman.

Juga para relawan yang dengan suka rela membantu korban bencana, memberikan bantuan dan dukungan kepada mereka yang membutuhkan. Para pengajar atau mentor yang gigih berjuang memberikan pendidikan kepada anak-anak di daerah terpencil atau tertinggal untuk membantu meningkatkan kualitas hidup mereka. Termasuk para penulis opini yang berani menyampaikan pendapat dan kritik terhadap kebijakan atau tindakan yang tidak adil, dengan menggunakan kata-kata sebagai senjata untuk membawa perubahan positif dan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat. Juga para pegiat dan relawan literasi yang berjuang tanpa pamrih menyusuri pelosok desa membagikan buku bacaan bagi anak-anak. Dan banyak profesi lain yang dapat memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki dampak positif bagi masyarakat. Pendek kata, kepahlawan adalah tentang kontribusi nyata dalam kehidupan sehari-hari yang memiliki dampak positif bagi masyarakat.

Baca Juga :  Kritis di Era Lemahnya Partai Politik. Oleh M.Habib Purnomo *)

Hari Pahlawan tahun 2025 mengambil tema “Pahlawanku Teladanku Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”. Tema ini menggambarkan semangat kepahlawanan dan tekad bangsa untuk terus meneladani jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan.

Dengan mengingat perjuangan para pahlawan dapat memperkuat rasa cinta tanah air dan kesadaran nasionalisme di kalangan masyarakat, terutama generasi muda. Mengenang pengorbanan para pahlawan dapat menumbuhkan rasa empati dan solidaritas antar sesama warga negara, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Semangat para pahlawan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menghadapi tantangan dan kesulitan di era modern ini serta meningkatkan ketahanan nasional. Mengenang hari pahlawan adalah cara untuk menghormati jasa dan pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan dan kemajuan bangsa.

Dengan demikian, semangat Hari Pahlawan masih sangat relevan di era modern ini untuk memotivasi masyarakat Indonesia menjadi lebih baik dan berkontribusi pada kemajuan bangsa. Semua yang berjiwa pahlawan sejatinya telah menjadi pahlawan kehidupan. Para pahlawan adalah mereka yang memiliki integritas dan dedikasi terhadap tugas dan tanggungjawab, yang terikat hatinya dengan pembangunan bangsa dan negara di seluruh aspek kehidupan. Siapa pun mereka adalah bagian dari warga negara Indonesia yang memiliki mentalitas jujur, teguh, penuh tekad, rela berkorban, ikhlas, tanggungjawab, konsisten serta memiliki integritas.

Baca Juga :  Buku, Hukum, dan Keteladanan Seorang Pendidik. Oleh: Junaidi Ismail, SH | Wartawan Utama

Jujur harus diakui bahwa rasa nasionalisme dan semangat bela negara serta cinta tanah air sudah semakin menipis, lebih-lebih bagi kalangan kaum muda dan pelajar. Peran lembaga-lembaga tradisional seperti tokoh adat, tokoh masyarakat dan agama yang di masa lalu sangat berpengaruh di dalam ikut serta menciptakan suasana kondusif ditengah-tengah masyarakat, kini sudah hilang. Harus kita akui bahwa demoralisasi telah melanda negeri ini, nilai-nilai moral nyaris punah dan rasa nasionalisme masyarakat Indonesia sudah mengalami ambiguitas, yang pada akhirnya terjadi degradasi nasionalisme. Ada yang terlupakan oleh Pemerintah pasca tumbangnya orde baru (Orba) sampai sekarang, dimana Pemerintah tidak secara profesional menanamkan semangat nasionalisme.

Di masa Orba, pembinaan generasi muda terlihat jelas dan berkesinambungan. Pendidikan dan latihan Bela Negara menjadi program Pemerintah. Maka tidak ada pilihan lain bagi Pemerintah untuk mengembalikan jatidiri bangsa yang di masa lalu di kenal sebagai bangsa timur yang ramah, santun dan bermartabat serta berbudi pekerti luhur. Semangat Hari Pahlawan perlu digelorakan secara terus menerus dan berkesinambungan agar generasi muda memahami sejarah masa lalu dan menghargai pengorbanan para pahlawan. Dengan demikian, mereka dapat meneladani nilai-nilai kepahlawanan dan menjadi generasi yang tangguh dan peduli terhadap bangsa dan negara.

Baca Juga :  Renungan Diri Usai Ramadhan. Catatan Lepas Gunawan Handoko *)

Peristiwa 10 November 1945 di Surabaya merupakan salah satu momen penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, dan penting untuk terus dikenang dan dipelajari agar kaum muda tidak melupakan jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan dan kedaulatan negara. Kisah heroik Arek-Arek Surabaya dalam pertempuran 10 November 1945 bukanlah cerita atau dongeng, melainkan sejarah nyata yang patut dikenang dan dijadikan teladan.

Mereka telah menunjukkan keberanian dan semangat juang yang luar biasa dalam melawan penjajah, meski dengan persenjataan yang sangat terbatas. Pengorbanan mereka menjadi inspirasi bagi bangsa Indonesia untuk terus maju dan mempertahankan kemerdekaan sampai kapan pun. Semoga kita mampu menjadi bagian dari anak-anak bangsa Indonesia yang bisa mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara, terus belajar dari nilai dan jiwa kepahlawanan.

Pesan historis di balik peringatan Hari Pahlawan harus terus bergelora, sehingga mampu menaklukkan gelombang modernisasi, globalisasi dan digitalisasi. Jika sampai lengah, maka kehadiran zaman itu akan menjadi musuh peradaban yang sangat mengerikan. Dirgahayu 80 Tahun Hari Pahlawan !!!

*) Penulis adalah : Mantan aktivis Organisasi Pemuda, tinggal di Bandar Lampung

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini