nataragung.id – Natar – Pada setiap langkah menuju masjid, ada cahaya yang turun pelan-pelan ke hati manusia.
Karena Allah telah berfirman:
> “(Cahaya itu) di rumah-rumah yang Allah izinkan untuk ditinggikan dan disebut nama-Nya di dalamnya; di dalamnya bertasbih kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” [An-Nur: 36]
Masjid bukan sekadar bangunan. Ia rumah cahaya, tempat langit menyentuh bumi, tempat dosa yang mengeras luluh oleh sujud, tempat hati yang lelah kembali menemukan alasan untuk tersenyum.
Dan langkahmu ke sana, meski pelan, meski berat, meski sendirian, adalah saksi bahwa imanmu masih hidup.
Maka sungguh benar perkataan itu:
> “Saat paling indah dalam hidupmu adalah ketika engkau berangkat ke masjid.”
Sebab di sana, malaikat mengikuti jejak langkahmu, di sana doamu diangkat, di sana air mata yang jatuh tidak pernah sia-sia.
Jangan engkau sia-siakan kesempatan itu. Sebab tidak ada yang menjamin bahwa kaki yang hari ini mampu melangkah, akan tetap kuat di esok hari.
Tidak ada yang menjamin hati yang hari ini ingin kembali kepada Allah, akan tetap lembut pada waktu yang lain.
Mungkin suatu saat tubuhmu lemah, atau dunia menutup jalanmu, atau usia tak lagi memberimu peluang.
Maka selagi engkau mampu mendatangi rumah-rumah Allah, datanglah, sebab setiap sujud di sana adalah bekal perjalanan menuju akhirat, dan setiap langkah ke sana menjadi cahaya pada hari yang seluruh cahaya padam kecuali cahaya dari Allah.
Semoga kita termasuk orang-orang yang dipanggil oleh azan, disambut oleh malaikat, dan dirindukan oleh masjid-masjid yang menjadi saksi sujud kita.
Aamiin. (104).
Wallahu A’lamu
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

