nataragung.id – Natar – Berbeda situasi menuntut cara pikir yang berbeda.
Sebab hidup tidak pernah menyajikan dua kondisi yang benar-benar sama. Apa yang berhasil kemarin, belum tentu mujarab hari ini. Apa yang dulu menjadi solusi, bisa saja kini justru menjadi penghalang.
Jangan terpaku pada pola lama ketika duniamu sudah berubah. Belajarlah membaca keadaan, menangkap tanda-tandanya, dan merespons dengan hati yang lebih bijak.
Terkadang, kita perlu melangkah keluar dari cara pikir yang sudah nyaman—bukan karena itu salah, tetapi karena keadaan menuntut sesuatu yang baru. Seperti air yang mengalir, ia menyesuaikan bentuk wadahnya tanpa kehilangan jati dirinya. Demikian pula kita: tetap menjadi diri sendiri, namun lentur menghadapi perubahan.
Berpikir sama dalam situasi berbeda hanya akan membuat kita tertahan pada masa lalu. Tapi keberanian untuk melihat dari sudut baru, itulah yang membawa kita tumbuh, matang, dan menemukan jalan yang lebih tepat.
Hiduplah dengan pikiran yang lentur, hati yang peka, dan langkah yang menyesuaikan zaman. Sebab kebijaksanaan bukan sekadar mengetahui, tetapi memahami kapan harus berubah. (KIS/127).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

