MUTIARA PAGI : Rezeki dalam Genggaman Allah: Ketika Tawakal Membuka Pintu yang Tak Terduga. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Rezeki kita sejatinya tidak bergantung pada kecerdasan yang kita banggakan,
bukan pula pada kekuatan yang kita andalkan, dan tidak juga semata pada gelar serta ijazah yang kita miliki.

Semua itu hanyalah sebab, sementara Pemberi rezeki yang hakiki hanyalah Allah.
Allah Subḥanahu wata’ala mengingatkan kita bahwa rezeki adalah urusan-Nya sepenuhnya:

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

“Sesungguhnya Allah, Dialah Maha Pemberi rezeki, Yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh.” (QS. Adz-Dzāriyāt: 58)

Betapa sering kita menyangka pintu telah tertutup rapat, padahal Allah mampu membukanya tanpa kunci yang kita punya, bahkan tanpa kita duga sebelumnya.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Tirai Indah yang Allah Bentangkan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Allah memberi dari arah yang tidak pernah terlintas dalam perhitungan manusia.

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا ۝ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

“Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar,
dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka”. (QS. Ath-Thalāq: 2–3)

Di balik penundaan, penolakan, bahkan kehilangan, seringkali Allah sedang menggiring kebaikan dengan cara yang paling lembut. Bukan dengan kegaduhan, melainkan dengan kasih sayang yang halus dan penuh hikmah.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Di Balik Tikungan yang Menyakitkan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam pun menanamkan keyakinan ini kepada umatnya melalui tawakal sejati:

لَوْ أَنَّكُمْ تَتَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ، لَرُزِقْتُمْ كَمَا يُرْزَقُ الطَّيْرُ، تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

“Seandainya kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakal, niscaya kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki: ia pergi pagi hari dalam keadaan lapar dan pulang sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi)

Burung tidak membawa bekal,
namun ia bergerak dengan yakin, dan Allah yang mencukupkannya.

Maka tugas kita bukan mengendalikan rezeki, melainkan meluruskan iman, memperindah tawakal, dan menjaga ketaatan. Karena ketika hati bersandar penuh kepada-Nya,
Allah akan membuka pintu-pintu rahmat
dari arah yang paling lembut dan tak terduga.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Allah Tidak Menghendaki Azab, Tetapi Syukur dan Iman. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Maa althofaka binaa yaa Allah…

Betapa Maha Lembut Engkau kepada kami ya Allah. (KIS/144).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini