Asa Yang Hilang Ditengah Gegap Gempita, Terkait Pelantikan JPTP. Catatan Lepas SyahidanMh *)

0

nataragung.id – Natar – Melihat nama-nama para pejabat yang dilantik oleh Bupati Radityo Egi Pratama dalam jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, pada Hari Selasa 6 Januari 2026 di Dermaga BOM Kalianda, tidak ada hal yang diluar dugaan. Semuanya biasa-biasa saja, landai dan tidak ada yang istimewa.

Peristiwa pelantikan yang dikesankan gegap gempita dan bahkan ada sebagian media yang menulis tempat pelantikan dirasakan aneh karena mengambil lokasi di tempat wisata dermaga BOM, ternyata hanya sebuah kamuflase semu saja, tanpa gereget terkesan monoton dan diisi oleh muka lama peninggalan Bupati sebelumnya Nanang Ermanto. (Jangan lupa pelantikan Sekdakab Lampung Selatan juga aneh karena dilakukan di Makam Pahlawan Nasional Radin Inten II).

Dari 17 Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama memang ada 3 orang yang di-import dari Kabupaten lain yaitu I Nyoman Setiawan dari Kabupaten Pesisir Barat, Tri Umaryani dari Lampung Barat, dan Agantiyus Syahrizal dari Kabupaten Mesuji.

Dengan tetap munculnya figur peninggalan Bupati Nanang Ermanto, ada kesan bahwa Bupati Egi tidak ada keberanian untuk mendobrak dan mengambil langkah maju dengan cara potong generasi dengan menaikkan pejabat eselon III untuk menduduki jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di Lamsel.

Bahkan seingat penulis, menjelang kampanye pilkada 2024 lalu, ada sekelompok yang menamakan dirinya Asosiasi Kearifan Lokal Indonesia (AKLI) dengan lantang mendemo Kepala Dinas PUPR Hasbi Aska dan aksi yang dilakukan sempat ‘memanas’ tapi nyatanya sang pejabat hanya bergeser jabatan saja, lucunya beberapa saat setelah aksi demo, para penggiat AKLI mendeklarasikan dukungan ke Egi-Syaiful dalam pilkada 2024 dan kini penggiat AKLI justeru hilang di telan bumi tanpa ada suara kritis lagi, suatu ironi yang tampak nyata.

Baca Juga :  Tato dan Timbangan Amanah. Oleh : Herry Tjahyono *)

Kini Hasbi Aska (dalam SK hanya ditulis Hasbi tanpa Aska), hanya digeser jabatannya tapi masih dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. Perlu diingat selain Hasbi Aska banyak pejabat emas yang di bina oleh Nanang Ermanto tetap bertahan di jabatan Pimpinan Tinggi Pratama meski, agar terlihat ada hasil kerja dari Pansel JPTP maka jabatan mereka hanya di putar guling saja, namun intinya masih pada jabatan eselon II.

Yang menjadi catatan penting Penulis adalah, hanya pidato bupati Egi saja yang gegap gempita. Banyak bahasa kiasan dan satire yang dilontarkan oleh Ketua HIPMI Jawa Barat tersebut. Isi pidatonya tentulah sangat menggebu-gebu untuk membakar semangat para pejabat yang dilantik maupun para pejabat yang masih anteng pada jabatan mereka tanpa dapat di goyahkan. Publik speaking inilah gegap gempitanya acara pelantikan.

Harap diingat, dengan dilantiknya pasukan mantan bupati Nanang Ermanto, menurut penulis langkah yang dilakukan oleh Bupati Egi terkesan langkah mundur, mestinya bupati harus ada keberanian memotong generasi dan menempatkan tenaga baru sebagai pendobrak pada jabatan Pimpinan Tinggi Pratama dari para pejabat eselon III.

Memang langkah ini akan ada resikonya, namun mengapa tidak dicoba agar slogan Lamsel Bismilah Bisa dapat diwujudkan.

Sebagai seorang yang pernah menjadi bagian di Lampung Selatan, penulis banyak mengetahui kwalitas para ASN baik di level eselon IV dan III yang selama ini tidak atau belum diberi kesempatan untuk menjadi orang nomer satu di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkup Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Baca Juga :  Arab Saudi Diantara Konflik Iran Versus Amerika - Israel. Oleh : M. Habib Purnomo // Aktivis PWNU Lampung

Jika hanya memutar orang-orang itu saja, lantas apa relevansinya ketika banyak pejabat eselon II yang mundur atau di mundurkan, lantas di ganti PLT, tentu ini langkah ambigu dan ada kesan hanya pada persoalan suka dan tidak suka kepada pejabat yang mundur atau dimundurkan itu.

Memang ‘asa’ itu belum benar-benar hilang bagi eselon III, karena ada beberapa jabatan PLT Kadis yang kini di pegang oleh pejabat yang jabatan definitifnya adalah eselon III. Mudah-mudahan asa itu kelak menjadi nyata tidak hilang ditengah gegap gempita.

Daftar Pejabat Tinggi Pratama yang Dilantik:

1. M. Darmawan – Asisten Pemerintahan dan Kesra (Jabatan sebelumnya : Kadis Perpustakaan dan Kearsipan)

2. Intji Indriati – Kepala BPPRD, (Kabatan sebelumnya Asisten Kesra)

3. Feri Bastian – Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Jabatan sebelumnya kepala BPPRD)

4. M. Yusuf – Kepala Dispora (Jabatan sebelumnya Kepala BRIDa)

5. Yesfi Corry – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (Jabatan sebelumnya Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga)

6. I Nyoman Setiawan – Kepala Disparbud, (Jabatan sebelumnya Kadis Disparbud kabupaten Pesisir Bara)

7. Tri Umaryani – Asisten Ekonomi dan Pembangunan, (Jabatan sebelumnya Kepala Bappeda kabupaten Lampung Barat)

8. Maturidi Ismail – Kepala BPBD (Jabatan sebelumnya Kepala Satpol PP)

9. Hasbi – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Jabatan sebelumnya Kadis PUPR)

10. Agantiyus Syahrizal – Kepala Dinas PUPR, (Jabatan sebelumnya Kadis PUPR kabupaten Mesuji)

Baca Juga :  Saatnya Siswa Membaca dan Menulis. Oleh : Gunawan Handoko *)

11. Badruzzaman – Inspektur Daerah (Jabatan sebelumnya Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi)

12. Rika Wati – Kepala Disnakertrans (Jabatan sbelumnyanya Kadis Dalduk dan KB)

13. Ahmad Herry – Sekretaris DPRD, (Jabatan sebelumnya staf Ahli Bidang Keuangan)

14. Wahidin Amin – Staf Ahli Bidang Keuangan (Kabatan sebelumnya Kepala BPKAD)

15. Rini Ariasih – Kepala BPKAD (Jabatan sebelumnya Kadisnak dan Keswan)

16. Dwi Jatmiko – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, (Jabatan sebelumnya Kadis Perikanan)

17. Ariyantoni – Kepala Dinas Perikanan (Jabatan sebelumnya Kadiskop dan UMKM)

Pejabat Pelaksana Tugas (Plt):

1. Agustinus Oloan – Plt Kepala Brida, (Jabatan definitifnya sebagai Kabid di BRIDA, merangkap juga sebagai Komisaris di BUMD LS Maju

2. M. Darmawan – Plt Kepala Dinas Pendidikan, jabatan sebelumnya Kadis Perpustakaan , sekarang dilantik sebagai Asisten Kesra

3. Sumantri – Plt Kepala Dinas Dalduk dan KB, sebelumnya PLT Kadiskes, jabatan definitifnya Kabid di Diskes

4. Cahyadi – Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, sebagai jabatan definitifnya Sekretaris Dinas pendidikan

5. Devi Arminanto – Plt Kepala Dinas Kesehatan (sebelumnya Plt Kadis DLH, dan jabatan definitifnya Sekretaris DLH)

6. Maturidi Ismail – Plt Kepala Satpol PP, sebelumnya Kasat Pol PP dan dilantik sebagai Kalak BPBD.

*) Penulis adalah : Pemimpin Redaksi nataragung.id – tinggal di Desa Mandah Kecamatan Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini