Trump Panik, Gotong Presiden Maduro. Oleh : M.Habib Purnomo *)

0

nataragung.id – Bandar Lampung – Diawal bulan tahun ini, tepatnya tanggal 3 Januari 2026 disaat dimana-mana sedang rayakan tahun baru, dunia terkejut, Presiden Trump menangkap Maduro presiden Venezuela, negara tetangga Amerika. Alasannya karena sang Presiden Venezuela jualan narkoba.

Sudah banyak analisa yang mengulas peristiwa yang mengejutkan ini, salah satunya adalah upaya Trump merebut sumber minyak di Venezuela.

Untuk membaca motif Trump gotong presiden Maduro ke Amerika coba kita flashback (kilas balik) rekam jejak Amerika dalam mempertahankan hegemoni (dominasi) di planet ini.

Suriah lebih dari satu dekade dalam situasi perang saudara, semua faksi yg bertempur di Suriah satu tujuannya yaitu tumbangkan rezim yang berkuasa di Suriah.

Perang saudara di Suriah melibatkan para sukarelawan dari berbagai penjuru dunia termasuk dari Indonesia yang tujuannya juga sama yaitu lengserkan rezim Presiden Basar al Assad.

Perang saudara yang menewaskan ratusan ribu warga Suriah itu alih-alih berhasil tumbangkan presiden Bashar Assad, yang terjadi para pemberontak dan militer Amerika yg bercokol di Suriah terpaksa keluar dan tiarap setelah Presiden Bassar Al Assad undang Rusia dan Iran untuk membantu melawan musuh-musuhnya.

Baca Juga :  Mudik dan Solidaritas Sosial. Oleh : Gunawan Handoko *)

Presiden Bassar Al Assad di atas angin dan kemudian atas mediasi Cina terjadi perdamaian antara Suriah dengan Arab Saudi dan Arab Saudi dengan Iran.

Situasi yang tidak menguntungkan blok Amerika di medan perang di Suriah melawan koalisi Rusia Iran Cina menyebabkan blok Amerika merubah strategi yaitu memindahkan medan perang ke Ukraina.

Ukraina negara bekas bagian Uni Soviet akan di tarik menjadi pangkalan militernya NATO, situasi ini sangat berbahaya bagi Rusia, senjata NATO bisa langsung mengarah ke jantung Rusia yaitu beribukota Moskow.

Menyerang Ukraina adalah jalan yang harus di tempuh Rusia untuk gagalkan rencana Amerika itu.

Perang, di medan perang Ukraina melibatkan negara negara anggota NATO dibawah pimpinan Amerika dan Rusia juga mendapat bantuan militer dari berbagai negara mitra koalisinya.

Baca Juga :  Peran Adat dalam Menghadapi Krisis Lingkungan Kearifan Lokal Sebagai Solusi Global. Oleh : Mohammad Medani Bahagianda *)

Memindahkan medan perang dari Suriah ke Ukraina merupakan langkah jitu bagi Amerika, Rusia tidak sempat lagi konsentrasi di Suriah membantu Presiden Bassar al Assad mitranya dan pada waktu yang tepat pemberontak yang di pimpin Abu Julani (Ahmed al Shara’a) berhasil dengan mudah menumbangkan pemerintahan Bassar al Assad dan kini Bassar al Assad mengungsi di Rusia.

Tumbangnya Presiden Bassar al Assad adalah kemenangan bagi Amerika dan puncaknya Abu Julani (Ahmed al Shara’a) yg kemudian jadi presiden Suriah berkunjung ke Amerika menemui Trump.

Amerika dkk menang besar di Suriah dan inilah momen yang tepat bagi Amerika dan Israel menghajar Iran mitranya Bassar al Assad, perang Amerika dan Israel versus Iran di nyatakan berhenti oleh Trump setelah di rasa Iran sudah tidak membahayakan dari sisi militer.

Baca Juga :  Hari Tanah Sedunia : Mewujudkan Tanah Sehat dan Membangun Kedaulatan Ekologis. Oleh: Edi Sriyanto *)

Perang di medan perang Ukraina mereda, namun Amerika terkaget-kaget ternyata Rusia dan Cina justru sudah berada di depan hidungnya, Venezuela negara tetangga dekatnya Amerika, sudah menjalin hubungan bisnis dan militer yang pada posisi sangat membahayakan bagi Amerika.

Ibarat main sepak bola, presiden Venezuela Maduro sebagai timnya Rusia dan Cina sudah menggiring bola di kotak penalti di depan gawang Amerika, tidak ada alternatif lain terpaksa presiden Maduro yang sedang asyik menggiring bola digotong ramai-ramai oleh timnya Amerika keluar dari lapangan, yang penting Amerika tidak kebobolan gawang.

Selesaikah urusannya, belum ! tergantung bagaimana sikap wakil presiden Venezuela yang sekarang (Delcy Rodriguez) yang jadi penggantinya Maduro, apakah dia pro Rusia dan Cina atau pro Amerika. **

*) Penulis adalah : Aktivis PWNU Lampung, tinggal di Bandar Lampung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini