nataragung.id – Pemanggilan – Tidak ada jiwa yang lebih mulia daripada jiwa seorang mukmin. Kemuliaannya bukan karena kekayaan yang dimiliki, bukan pula karena kedudukan yang tinggi. Kemuliaannya terpancar dari dalam hatinya, dari iman yang hidup dan nilai yang ia jaga dalam diam maupun terang.
Seorang mukmin dikenali dari dua perkara besar: menjaga amanah dan menepati janji. Amanah adalah segala titipan, harta, jabatan, ilmu, bahkan rahasia. Sedangkan janji adalah ikatan yang ia ucapkan, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia. Ketika dua hal ini terjaga, maka terjagalah kehormatan jiwanya.
Allah Ta’ala memuji hamba-hamba-Nya yang beriman dalam firman-Nya:
وَالَّذِينَ هُمْ لِأَمَانَاتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُونَ
“Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah dan janji mereka.”
(QS. Al-Mu’minun: 8)
Ayat ini bukan sekadar pujian, melainkan standar kemuliaan. Kata ra‘ûn (راعون) menunjukkan makna menjaga dengan penuh perhatian, kesungguhan, dan rasa tanggung jawab.
Seorang mukmin tidak sekadar menunaikan amanah, tetapi merawatnya dengan hati yang takut kepada Allah.
Amanah adalah tanda iman. Bila amanah diabaikan, retaklah fondasi kepercayaan. Bila janji dikhianati, runtuhlah kehormatan diri. Maka seorang mukmin sejati lebih takut kehilangan integritasnya daripada kehilangan dunia yang fana.
Di tengah zaman yang sering meremehkan komitmen dan menganggap janji sekadar formalitas, mukmin berdiri teguh. Lisannya selaras dengan hatinya. Ucapannya sejalan dengan perbuatannya. Ia sadar, setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban, dan setiap janji akan ditanya di hadapan Rabbul ‘Alamin.
Kemuliaan itu sunyi, tetapi bercahaya. Tidak selalu dipuji manusia, namun dicatat oleh malaikat. Dan ketika dunia menilai seseorang dari penampilan, Allah menilai dari amanah dan kesetiaan.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang menjaga amanah dan menepati janji, sehingga jiwa kita dimuliakan di dunia dan di akhirat. Aamiin. (KIS/175).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

