RAMADHAN MUBARAK (5) : Lailatul Qadar – Malam yang Lebih Baik dari Seribu Bulan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Alhamdulillāhi Rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah yang menghadiahkan kepada umat Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam satu malam yang nilainya melebihi umur panjang manusia.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam, manusia pilihan yang menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan air mata dan doa.

Jamaah yang dirahmati Allah,

Di antara kemuliaan Ramadhan adalah adanya satu malam agung yang disebut Lailatul Qadar. Malam yang menjadi dambaan para nabi, dirindukan para shalihin, dan diburu oleh orang-orang beriman. Allah berfirman dalam Surah Al-Qadr:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ۝ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ۝ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ۝ تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ۝ سَلَامٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Sejahteralah malam itu hingga terbit fajar.” (QS. Al-Qadr: 1–5)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Kita dan Perasaan Malu. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Seribu bulan setara dengan lebih dari 83 tahun. Artinya, satu malam yang dihidupkan dengan iman dan ibadah nilainya lebih baik dari seumur hidup manusia.

Jamaah sekalian,

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam sangat bersungguh-sungguh mencari malam ini. Dalam hadits disebutkan:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ

“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bahkan Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ الأَوَاخِرُ أَحْيَا اللَّيْلَ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ وَشَدَّ مِئْزَرَهُ

“Apabila telah masuk sepuluh malam terakhir, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam menghidupkan malamnya, membangunkan keluarganya, dan bersungguh-sungguh dalam ibadah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Hikmah Perubahan dalam Perjalanan Hidup. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Beliau tidak bermalas-malasan. Tidak menyia-nyiakan kesempatan. Karena beliau tahu, mungkin Ramadhan berikutnya tidak lagi ditemui.

Jamaah yang dimuliakan Allah,

Bagaimana cara meraihnya?
– Menghidupkan malam dengan shalat dan tilawah.
– Memperbanyak doa dan istighfar.
– I’tikaf jika mampu.
– Menghadirkan hati yang penuh harap dan takut kepada Allah.

Ketika Aisyah bertanya kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasallam tentang doa terbaik di malam itu, beliau mengajarkan:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi)

Doa yang sederhana, namun penuh makna. Kita tidak meminta harta, tidak meminta dunia, kita meminta ampunan.

Jamaah sekalian,

Jangan sampai sepuluh malam terakhir berlalu dengan kesibukan dunia. Jangan sampai kita lebih sibuk memikirkan pakaian lebaran daripada keselamatan akhirat. Malam itu mungkin datang diam-diam. Tanpa tanda yang kita sadari. Namun ia mengubah takdir, menghapus dosa, dan mengangkat derajat.

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Jejak yang Menyesatkan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Semoga Allah Subḥanahu wata’ala mempertemukan kita dengan Lailatul Qadar dan menerima seluruh amal ibadah kita.

اللهم بلغنا ليلة القدر واجعلنا فيها من المقبولين الفائزين

Ya Allah, pertemukan kami dengan Lailatul Qadar dan jadikan kami termasuk orang-orang yang diterima dan beruntung.
Amin ya Rabbal ‘alamin. (KIS/182).
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini