Ramadhan Mubarak (20) : Ramadhan dan Pengendalian Emosi. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subḥanahu wata’ala yang telah memberi kita kekuatan menjalani hari-hari Ramadhan.

Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, teladan kesabaran dan kelembutan hati.

Jamaah yang dirahmati Allah…

Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan amarah dan emosi. Justru di saat perut lapar dan tubuh lemah, emosi mudah terpancing. Maka di situlah nilai latihan Ramadhan.

Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

الصِّيَامُ جُنَّةٌ، فَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ: إِنِّي صَائِمٌ

“Puasa adalah perisai. Maka apabila salah seorang dari kalian sedang berpuasa, jangan berkata kotor dan jangan berteriak-teriak. Jika ada yang mencacinya atau mengajaknya bertengkar, hendaklah ia berkata: ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa.’” (HR. Bukhari dan Muslim)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Naiknya Kata yang Baik. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Puasa adalah perisai, bukan hanya dari api neraka, tetapi juga dari ledakan emosi.

Jamaah sekalian…

Marah adalah sifat manusiawi, tetapi mengendalikannya adalah tanda kekuatan sejati.

Rasulullah bersabda:

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ

“Orang kuat itu bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu mengendalikan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa sering masalah rumah tangga, pertemanan, bahkan pekerjaan rusak hanya karena satu ledakan emosi yang tak terkendali.

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Manisnya Kesesatan yang Menipu Jiwa. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Ramadhan hadir untuk melatih kita:
– Menahan ucapan yang menyakitkan
– Mengontrol nada suara
– Menenangkan hati sebelum bereaksi
– Mengedepankan sabar daripada amarah

Allah Subḥanahu wata’ala berfirman:

وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“(Yaitu) orang-orang yang menahan amarah dan memaafkan manusia. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali ‘Imran: 134)

Menahan marah bukan berarti lemah. Justru itu tanda kematangan iman.

Jamaah yang dimuliakan Allah…

Jika kita mampu menahan diri dari makan dan minum yang halal, tentu kita juga mampu menahan amarah yang jelas-jelas dilarang.

Saat emosi muncul:
– Ambil wudhu
– Diam sejenak
– Ucapkan istighfar
– Ingat bahwa kita sedang berpuasa

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Jangan Tunggu Sempurna, Berani Memulai Dari Yang Ada. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Karena bisa jadi pahala puasa kita terkikis oleh satu kemarahan yang tidak terkendali.

Semoga Ramadhan ini menjadikan kita pribadi yang lebih sabar, lebih tenang, dan lebih bijak dalam bersikap.

اللهم إني أعوذ بك من الغضب والهوى

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari amarah dan hawa nafsu.
Amin ya Rabbal ‘alamin. (KIS/197)
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini