nataragung.id – Pemanggilan – Ada satu hakikat yang sering kita lupakan: bahwa Allah tidak pernah bergantung kepada kita. Kitalah yang bergantung sepenuhnya kepada-Nya.
Jika kita meninggalkan shalat, Allah akan datangkan hamba lain yang menjaga shalatnya dengan penuh khusyuk.
Jika kita enggan bersedekah, Allah akan hadirkan tangan-tangan lain yang ringan memberi.
Jika hati kita kering dari empati, Allah akan tumbuhkan kasih sayang pada hati yang lain.
Jika kita berpaling dari jihad di jalan-Nya, Allah akan bangkitkan generasi yang lebih teguh dan berani.
Lalu di mana posisi kita… jika semua itu berlalu tanpa kita?
Allah Subḥanahu wata’ala telah mengingatkan dalam Al-Qur’an:
﴿ وَإِن تَتَوَلَّوْا يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُونُوا أَمْثَالَكُمْ ﴾
“Dan jika kalian berpaling, niscaya Dia akan mengganti kalian dengan kaum yang lain, kemudian mereka tidak akan seperti kalian.” (QS. Muhammad: 38)
Betapa dalam makna ayat ini…
Bahwa kehilangan kita dalam barisan kebaikan tidak akan mengurangi sedikit pun kemuliaan agama ini.
Namun kitalah yang akan kehilangan kehormatan, kehilangan kesempatan, dan kehilangan kedekatan dengan Allah.
Maka jangan merasa aman saat kita meninggalkan amal.
Jangan merasa dunia akan berhenti tanpa kita.
Karena roda kebaikan akan terus berputar, dengan atau tanpa kita.
Hari ini, Allah masih memberi kita kesempatan. Masih memberi kita waktu untuk berdiri dalam shalat, untuk memberi, untuk peduli, untuk berjuang. Maka genggamlah kesempatan itu, sebelum Allah mengganti kita dengan yang lebih baik. (KIS/214).
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

