Ajang Silaturahmi Perkuat Kebersamaan dan Kobarkan Semangat Dukungan untuk Bhayangkara Presisi Lampung FC
nataragung.id, Bandar Lampung — Nuansa kehangatan, kebersamaan, dan semangat kekeluargaan begitu terasa dalam kegiatan halalbihalal Suporter Sikambara Lampung yang digelar di Rumah Makan Minang Indah, Gedong Meneng, Bandar Lampung, Sabtu (4/4/2026). Mengangkat tema “Sucikan Hati, Hidupkan Tribun”, momentum ini tidak sekadar menjadi ajang saling memaafkan, tetapi juga memperkokoh solidaritas dan menghidupkan kembali gelora dukungan terhadap Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Dalam suasana penuh keakraban, Ketua Sikambara Lampung, Junaedi, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas kekompakan yang terus terjaga di tengah keluarga besar Sikambara.
“Dengan segala kerendahan hati, saya atas nama pribadi, keluarga, dan seluruh jajaran Sikambara Lampung mengucapkan minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan semakin kuat ke depannya,” ungkapnya dengan penuh haru.
Tak hanya menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi titik balik untuk membangkitkan semangat para suporter agar kembali memenuhi tribun stadion. Junaedi mengajak seluruh anggota untuk menunjukkan loyalitas nyata dengan hadir langsung mendukung tim kebanggaan Lampung.
“Sudah saatnya kita kembali memenuhi tribun Stadion Sumpah Pemuda PKOR Way Halim. Kehadiran kita adalah energi bagi tim. Mari kita buktikan bahwa Sikambara Lampung selalu setia mendukung Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam setiap pertandingan,” tegasnya penuh semangat.
Ia juga menegaskan pentingnya evaluasi dalam sistem distribusi tiket, agar seluruh anggota memiliki kesempatan yang adil untuk menyaksikan pertandingan secara langsung.
“Kami akan terus berbenah, memastikan distribusi tiket lebih merata. Suporter sejati adalah mereka yang hadir di stadion, membeli tiket, dan memberi dukungan langsung,” tambahnya.
Sementara itu, tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Ismuliadi Zakaria memberikan sentuhan spiritual yang mendalam. Ia mengingatkan bahwa semangat Ramadan tidak boleh berhenti begitu saja, melainkan harus terus dijaga dalam kehidupan sehari-hari.
“Ramadan adalah madrasah kehidupan. Setelahnya, kita dituntut untuk istiqamah dalam empat hal: menjaga salat lima waktu, menghidupkan salat malam, senantiasa membaca Al-Qur’an walau hanya beberapa ayat, serta menjaga kebersamaan dalam salat berjamaah,” pesannya dengan penuh hikmah.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan, kebersamaan, serta harapan besar agar Bhayangkara Presisi Lampung FC mampu meraih prestasi gemilang di kancah Liga Indonesia Super League.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah, sesi foto bersama, serta santap siang yang semakin mempererat tali persaudaraan. Kehadiran para pengurus dan keluarga besar Sikambara Lampung menjadi bukti nyata bahwa solidaritas dan kecintaan terhadap tim daerah tetap terjaga dan terus menyala.
Editor : Muhammad Arya

