Cobaan dan Nikmat. Oleh : H.Hendrawan //Relawan RMD for BE 1

0

nataragung.id – Bandar Lampung – Allah Tidak Menyuruh Ibrahim Menyembelih Ismail, hakikat dari syariat diperintahkannya qurban terhadap Kholilullah Ibrahim hal tersebut terbukti dengan tidak tersembelihnya Ismail melainkan diganti dengan domba/gibas dari syurga.

Namun pada dasarnya ialah bahwa Allah ingin menguji keimanan nabi Ibrahim pada tuhannya. Selain itu, Allah juga hendak memberikan sebuah pelajaran dan pendidikan pada beliau bahwa putranya yakni Ismail adalah sepenuhnya milik Allah yang kelak akan diminta kembali pada dzat yang mencipta, yakni Allah.

Oleh karenanya, istilah _kita adalah Ibrahim sedangkan harta kita, keluarga, jabatan, gelar dan yang ada disekeliling kita adalah ismail_ yang dimaksudkan ialah bahwa Allah tidak memerintahkan kita untuk merasa memiliki semua itu. Segala yang merasa milik kita hendaknya kita letakkan di tangan kita dan tidak kita letakkan dihati kita, seperti kata pepatah muslim dulu, hal biasa kita melihat perahu diatas air namun akan berbahaya jika banyak air diatas perahu. Kiranya demikian gambaran jika kita meletakkan dunia di dalam hati kita, cukuplah mereka sebatas di genggam tangan sahaja.

Baca Juga :  Penembakan Misterius (Petrus). Oleh : M. Habib Purnomo *)

Walau demikian Allah juga tidak memerintahkan kita supaya menghancurkan kenikmatan-kenikmatan tersebut. Sebagai contoh adanya seseorang yang merasa terganggu dengan duniawi tersebut sehingga ia membuangnya percuma dan menyendiri di dalam hutan, jelas sekali itu adalah hal yang keliru pada zaman kini. Bukankah Abu Bakar Ash Shidiq adalah kaya raya dan menginfakkan hartanya untuk berjihad di jalan Allah? Dan bukankah Abdurrahman bin auf juga seorang yang melimpah hartanya namun juga masuk dalam 10 sahabat yang dicap telah menjadi calon ahli syurga?.

Seringkali manusia saat kehilangan sesuatu kesedihannya teramat dalam hingga menyebabkan keluh kesah yang berlebihan. Bahkan tidak jarang pula memberontak serta menyalahkan Tuhannya atas musibah yang dialaminya. Tentu hal-hal tersebut sangatlah tidak pantas bagi umat muslim yang telah mengetahui hakikat diperintahkannya qurban yakni bahwa segala yang kita miliki adalah kepunyaan Allah semata dan tentu tidaklah salah jika ada orang yang meminjam suatu benda kemudian benda itu diambil kembali oleh pemiliknya, bukan begitu?

Baca Juga :  Katakan Cinta Dengan Buku. Oleh : Gunawan Handoko Ketua KMBI (Komunitas Minat Baca Indonesia) Provinsi Lampung

Atau sebaliknya ada seorang yang merasa bahwa dirinya zuhud maupun hendak belajar kezuhudan hingga segala pemberian Allah ditampiknya dengan keras.Dirinya tak mau menggunakan materi-materi duniawi yang secara kasat mata terlihat mewah dan megah.Sampai-sampai dalam fikirannya bahwa orang yang zuhud lagi wara’ ialah orang-orang yang bajunya kusut, bolong-bolong, tak memakai mobil, motor, rumahnya reot dan kumal.
Padahal zuhud ialah orang yang melihat materi duniawi dengan hina serta meletakkannya hanya sebatas di telapak tangan dan tak sampai terbesit dihatinya sedikitpun.

Baca Juga :  Pakistan di Tengah Pusaran Perang Iran Versus Amerika- Israel. Oleh : M.Habib Purnomo // Aktivis PWNU Lampung, tinggal di Bandar Lampung

Karena semua nikmat yang diberikan Allah pada dasarnya adalah cobaan atau ujian semata, harta kita adalah ujian, istri dan anak-anak kita, mobil, rumah, ponsel, uang dan segalanya.
_tiap-tiap nikmat ialah cobaan, dan tiap-tiap cobaan ialah nikmat_

Begitu halnya saat kita mendapat nikmat seperti keluarga, rumah, harta benda, kesedihan, kepahitan dan masalah – masalah lain. Semua itu adalah soal-soal yang harus kita kerjakan agar naik kelas dan mendapat sertifikat dari Allah.

Bagaimana mungkin seseorang dapat naik kelas atau lulus tanpa ujian terlebih dahulu?
Wallahu a’lam bish-showab (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini