Mutiara Pagi : Tetap Teguh di Jalan Kebenaran, Meski Dihujani Kritikan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Kalimat itu bukan sekadar nasihat, tetapi cermin dari perjalanan panjang para pejuang kebenaran sepanjang sejarah. Di jalan yang lurus, ujian bukan hanya datang dalam bentuk kesulitan, tetapi juga dalam bentuk kata-kata, kritikan, celaan, bahkan tuduhan yang menyakitkan.

Maka siapa pun yang telah yakin akan kebenaran, hendaknya ia terus melangkah, tidak goyah oleh suara-suara yang mencoba melemahkan. Sebab hakikatnya, tidak ada seorang pun yang selamat dari lisan manusia. Bahkan para nabi yang paling mulia pun tidak luput dari celaan. Allah Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّن قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَىٰ مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّىٰ أَتَاهُمْ نَصْرُنَا

“Dan sungguh telah didustakan rasul-rasul sebelum engkau, maka mereka bersabar atas pendustaan dan gangguan (yang dilakukan) terhadap mereka, hingga datang pertolongan Kami.” (QS. Al-An‘am: 34)

Baca Juga :  Mutiara Pagi : Jangan Sampai Allah Mengganti Kita. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Ayat ini menguatkan bahwa jalan kebenaran tidak pernah sunyi dari penolakan. Namun yang membedakan antara mereka yang berhasil dan yang gugur adalah kesabaran dalam mempertahankan keyakinan.

Bahkan Nabi kita, Muhammad shalallahu alaihi wasallam, yang paling mulia di sisi Allah, juga tidak terlepas dari ucapan-ucapan buruk. Allah berfirman:

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّكَ يَضِيقُ صَدْرُكَ بِمَا يَقُولُونَ

“Dan sungguh Kami mengetahui bahwa dadamu menjadi sempit karena apa yang mereka ucapkan.” (QS. Al-Hijr: 97)

Namun apa solusi yang Allah ajarkan? Bukan berhenti, bukan mundur, tetapi tetap teguh dan mendekat kepada-Nya.

Lebih jauh lagi, bahkan Allah Yang Maha Sempurna pun tidak lepas dari ucapan buruk manusia. Allah berfirman:

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Ketika Takdir Allah Menulis Ulang Kisahmu Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَٰنُ وَلَدًا ۗ لَقَدْ جِئْتُمْ شَيْئًا إِدًّا

“Dan mereka berkata, ‘Yang Maha Pengasih mempunyai anak.’ Sungguh, kalian telah mengatakan sesuatu yang sangat mungkar.” (QS. Maryam: 88–89)

Jika Allah saja, Dzat Yang Maha Suci, tidak luput dari ucapan keji manusia, maka bagaimana mungkin kita berharap hidup tanpa kritikan?

Karena itu, jangan jadikan omongan manusia sebagai penghalang langkah. Selama yang kita tempuh adalah kebenaran yang sesuai dengan Al-Qur’an dan Sunnah, maka teruskanlah.

Kritikan adalah bagian dari ujian, bukan alasan untuk berhenti.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:

احرص على ما ينفعك، واستعن بالله ولا تعجز

“Bersungguh-sungguhlah dalam hal yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah engkau lemah.” (HR. Muslim)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Keragaman Metode Dakwah adalah Jalan Para Nabi. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Inilah prinsip hidup seorang mukmin: yakin, bergerak, dan bertahan. Ia tidak menjadikan manusia sebagai ukuran, tetapi menjadikan ridha Allah sebagai tujuan.

Maka tetaplah berjalan dengan tenang. Jika kita benar, waktu akan membuktikan. Jika kita dicela, sabar akan meninggikan. Dan jika kita tetap istiqamah, pertolongan Allah pasti datang, sebagaimana datangnya kepada para nabi dan orang-orang yang mengikuti jalan mereka. (232)
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

#KIS
#Shobahul_khair
#Mutiara_pagi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini