Mutiara Pagi : Jangan Tunggu Sempurna, Berani Memulai Dari Yang Ada. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Banyak orang tidak benar-benar gagal dalam usaha karena kurangnya kemampuan, tetapi karena terlalu lama menunggu kesempurnaan yang tidak pernah datang.

Mereka ingin semuanya siap: modal cukup, ilmu lengkap, waktu luang, bahkan situasi yang benar-benar ideal. Padahal, dunia nyata tidak pernah memberikan kondisi yang sepenuhnya sempurna untuk memulai.

Akhirnya, yang terjadi bukanlah langkah, tetapi penundaan. Bukan aksi, tetapi rencana yang terus dipikirkan tanpa pernah diwujudkan.

Terlalu banyak berpikir seringkali justru melumpuhkan. Ketakutan akan kegagalan membesar di dalam pikiran, seakan-akan jatuh adalah akhir dari segalanya. Padahal, kegagalan hanyalah bagian dari proses belajar. Tidak ada satu pun orang yang berhasil tanpa pernah salah langkah.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Dzikir - Sumber Keteguhan di Tengah Badai. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Ironisnya, banyak peluang terlewat bukan karena tidak mampu, tetapi karena terlalu ragu untuk memulai.

Memulai dari kecil bukanlah tanda kelemahan, tetapi justru tanda keberanian. Dari langkah kecil itulah pengalaman terbentuk, dari keterbatasan itulah kreativitas lahir. Apa yang ada di tangan hari ini, sekecil apa pun, sudah cukup untuk memulai.

Belajar tidak harus menunggu sempurna. Justru dengan memulai, seseorang dipaksa untuk belajar. Setiap kesalahan menjadi guru, setiap tantangan menjadi pelajaran yang tidak akan didapat hanya dengan berpikir.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Ketika Keadaan Menjadi Cermin Ketulusan. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Orang yang berhasil bukanlah mereka yang paling siap, tetapi mereka yang berani melangkah meski belum sepenuhnya siap. Mereka tidak menunggu jalan menjadi terang, tetapi berjalan sambil menyalakan cahaya.

Karena pada akhirnya, kesuksesan bukan milik mereka yang paling lama berpikir, tetapi milik mereka yang berani memulai, bertahan, dan terus belajar di sepanjang perjalanan. (233)
WaAllahu A’lam

Baca Juga :  Ramadhan Mubarak (25) : Menguatkan Ukhuwah di Bulan Penuh Rahmat. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

#Shobahul_khair
#mutiara_pagi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini