Mutiara Pagi : Rahasia Umur Panjang dan Rezeki Berkah: Taubat, Istighfar, dan Amal Shalih. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

0

nataragung.id – Pemanggilan – Dalam kehidupan yang serba cepat dan penuh kegelisahan, manusia sering mencari rahasia panjang umur dan keberkahan rezeki. Padahal, Al-Qur’an telah memberikan kunci yang sangat jelas dan mendalam. Allah Subḥanahu wata’ala berfirman dalam Surat Hud ayat 3:

﴿وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ ۖ وَإِن تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ﴾

“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu, kemudian bertobat kepada-Nya, niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik kepadamu sampai waktu yang telah ditentukan, dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar.” (QS. Hud: 3)

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Jangan Tinggalkan Al-Qur'an. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Ayat ini mengandung tiga rahasia besar kehidupan:

Pertama: Istighfar (memohon ampun)
Istighfar bukan sekadar ucapan di lisan, tetapi pengakuan hati atas dosa dan kelemahan diri. Ketika seorang hamba memperbanyak istighfar, ia sedang membersihkan penghalang antara dirinya dan rahmat Allah. Dosa-dosa yang menutup pintu rezeki dan keberkahan pun perlahan diangkat.

Kedua: Taubat (kembali kepada Allah)
Istighfar diikuti dengan taubat. Artinya, tidak cukup hanya meminta ampun, tetapi harus ada perubahan arah hidup. Dari maksiat menuju ketaatan, dari kelalaian menuju kesadaran. Inilah yang dimaksud

“ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ”

kemudian kembali kepada-Nya dengan sungguh-sungguh.

Ketiga: Amal Shalih (keutamaan yang dibalas)
Allah menjanjikan,

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Menerima Ketidaksempurnaan Manusia dengan Hati yang Lapang. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

“وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ”

setiap orang yang memiliki keutamaan (amal baik), akan diberi balasan sesuai keutamaannya. Amal shalih adalah bukti nyata dari taubat yang jujur. Ia menjadi sebab turunnya keberkahan dalam hidup.

Lalu apa hasil dari ketiga amalan ini?

“يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا”

Allah akan memberikan kehidupan yang baik.

Para ulama menafsirkan ini sebagai kehidupan yang penuh ketenangan, keberkahan rezeki, dan umur yang dimanfaatkan dengan kebaikan.

Bukan sekadar panjang umur secara angka, tetapi panjang dalam nilai dan manfaat.

Betapa banyak orang hidup lama, namun kosong dari kebaikan.

Sebaliknya, ada yang umurnya singkat, tetapi penuh keberkahan hingga jejaknya abadi. Maka rahasia sejatinya bukan sekadar “lama hidup”, tetapi “baiknya kehidupan”.

Baca Juga :  MUTIARA PAGI : Kata Baik yang Menghidupkan Jiwa. Oleh : Ustadz H. Komiruddin Imron, Lc *)

Ayat ini juga menjadi peringatan: jika manusia berpaling dari taubat dan istighfar, maka yang menanti bukan keberkahan, melainkan kesempitan dan bahkan azab.

Jadi, jika kita menginginkan hidup yang tenang, rezeki yang berkah, dan umur yang penuh makna, maka perbanyaklah istighfar, segeralah bertaubat, dan hiasilah hidup dengan amal shalih. Karena di situlah rahasia kehidupan yang baik, sebagaimana dijanjikan oleh Allah dalam firman-Nya. (KIS/242)
WaAllahu A’lam

_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair

*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini