nataragung.id – Pemanggilan – Di dunia ini, sering kali kita menyaksikan sesuatu yang dulu terasa mustahil terjadi.
Mertua menggugat menantu karena harta dan toko. Anak menjual mobil ayahnya sendiri, lalu berkata, “Ayah saya sudah meninggal,” padahal sang ayah masih hidup.
Betapa uang kadang mampu menghapus rasa malu, mengaburkan kasih sayang, bahkan menenggelamkan nurani.
Benarlah ungkapan: “Uang tidak mengenal saudara, apalagi hanya teman.”
Namun sesungguhnya, itu baru gambaran kecil dari dahsyatnya hari yang akan datang. Hari ketika manusia bukan hanya meninggalkan teman, tetapi lari dari orang-orang yang paling dicintainya.
Allah Ta‘ala berfirman:
﴿فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ﴾
“Maka apabila datang suara yang memekakkan (hari kiamat),
pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan ayahnya, dari istri dan anak-anaknya.
Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang sangat menyibukkannya.” (QS. ‘Abasa: 33–37)
Di dunia, manusia bisa berubah karena uang. Di akhirat, manusia bahkan tak sempat memikirkan siapa pun selain dirinya sendiri.
Hari itu bukan lagi tentang jabatan, bukan tentang toko, bukan tentang warisan, bukan tentang siapa yang paling kaya. Yang tersisa hanyalah pertanyaan, “Apakah aku selamat di hadapan Allah?”
Karena itu, jangan biarkan dunia merusak hati kita. Jangan sampai harta membuat kita tega memutus silaturahmi, mengkhianati amanah, atau melukai keluarga sendiri.
Sebab semua yang kita perebutkan hari ini akan kita tinggalkan. Dan semua yang kita lakukan akan kita pertanggungjawabkan.
Dunia hanyalah persinggahan yang pendek, sedangkan akhirat adalah kampung yang kekal.
Maka berbahagialah orang yang masih memiliki hati lembut, yang lebih memilih memaafkan daripada bermusuhan, lebih memilih menjaga keluarga daripada memenangkan harta, dan lebih takut kehilangan ridha Allah daripada kehilangan dunia. (243)
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.
#KIS
#Shobahul_khair
#Mutiara_Pagi

