nataragung.id – Pemanggilan – Alhamdulillahi Rabbil ‘alamin. Segala puji bagi Allah Subḥanahu wata’ala yang masih memberi kita kekuatan berdiri di malam-malam Ramadhan.
Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam, yang menghidupkan malamnya dengan qiyam dan tangisan kepada Rabb-nya.
Jamaah yang dirahmati Allah..
Di antara keindahan Ramadhan adalah suasana malamnya. Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, kaum muslimin berbondong-bondong ke masjid untuk melaksanakan shalat Tarawih. Masjid yang sebelumnya lengang, kini penuh dengan langkah-langkah menuju cahaya.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barang siapa melaksanakan qiyam Ramadhan (shalat malam di bulan Ramadhan) karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Betapa besar janji Allah. Hanya dengan berdiri beberapa rakaat di malam hari, dengan iman dan keikhlasan, dosa-dosa yang lalu diampuni.
Jamaah sekalian…
Tarawih bukan sekadar gerakan berdiri, rukuk, dan sujud. Ia adalah:
– Bukti cinta kepada Allah
– Tanda rindu pada Al-Qur’an
– Simbol kesungguhan iman
Allah berfirman tentang hamba-hamba-Nya yang shalih:
كَانُوا قَلِيلًا مِّنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
“Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam, dan pada waktu sahur mereka memohon ampun.” (QS. Adz-Dzariyat: 17–18)
Orang beriman menjadikan malam sebagai waktu bermunajat, bukan sekadar waktu beristirahat.
Jamaah yang dimuliakan Allah…
Memang terasa lelah. Kaki pegal, mata mengantuk. Namun justru di situlah nilai pengorbanannya. Setiap langkah menuju masjid, setiap ayat yang didengar, setiap sujud yang ditunaikan, menjadi cahaya di hari kiamat.
Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
بَشِّرِ الْمَشَّائِينَ فِي الظُّلَمِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِالنُّورِ التَّامِّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berjalan dalam kegelapan menuju masjid dengan cahaya yang sempurna pada hari kiamat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
Bayangkan, ketika manusia berjalan dalam gelapnya hari kiamat, orang-orang yang memakmurkan masjid di malam hari akan diberi cahaya yang sempurna.
Jamaah sekalian…
Jangan jadikan Tarawih sekadar rutinitas. Hadirkan hati. Resapi bacaan imam. Jika belum memahami artinya, niatkan untuk belajar.
Dan yang terpenting, jangan hanya rajin di awal Ramadhan lalu kendor di pertengahan. Istiqamahlah hingga akhir.
Semoga setiap rakaat Tarawih menjadi saksi iman kita. Semoga setiap sujud di malam Ramadhan menjadi sebab turunnya ampunan Allah.
اللهم أعنا على قيام رمضان إيمانًا واحتسابًا
Ya Allah, bantulah kami untuk menghidupkan malam Ramadhan dengan iman dan penuh harap pahala.
Amin ya Rabbal ‘alamin. (KIS/191)
WaAllahu A’lam
_____
📚 H. Komiruddin Imron, Lc
✒️Shabahul_Khair
*) Penulis adalah Anggota Majelis Pertimbangan Dewan Dakwah Islam Indonesia Propinsi Lampung, tinggal di Pemanggilan, Natar.

